Wisuda UAI Luluskan 311 Mahasiswa

    Wisudawan Terbaik UAI Dapat Umroh Gratis

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 04 Februari 2020 19:05 WIB
    Wisudawan Terbaik UAI Dapat Umroh Gratis
    Wisuda UAI XXII tahun akademik 2019/2020. Foto: Dok. UAI
    Jakarta:  Sebanyak 311 mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) dari berbagai Program Studi Sarjana dan Program Studi Magister dilantik oleh Rektor UAI, Asep Saefuddin, dalam acara Wisuda XXII tahun akademik 2019/2020.  Untuk wisudawan terbaik dan berprestasi tingkat universitas, UAI memberikan apresiasi berupa paket ibadah umroh gratis.

    Seperti dalam wisuda sebelumnya, terdapat beberapa wisudawan terbaik dan berprestasi, yaitu Muhammad Azzam Muhtadi dari Fakultas Psikologi dan Pendidikan, Syifa Fauziah dari Fakultas Hukum, Indrawan Arifianto dari Sains dan Teknologi, Angga Yudha Pratama dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Arya Dharma Putra dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Amalia Septyani dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, dan Undri Zon dari Program Pasca Sarjana Ilmu Hukum.

    Untuk wisudawan terbaik dan berprestasi tingkat universitas, Muhammad Azzam Muhtadi, mendapatkan apresiasi dari UAI berupa umroh atas kerja kerasnya selama mengenyam pendidikan. Selain itu, UAI juga telah melahirkan lulusan dengan predikat Cumlaude sebanyak 60 wisudawan.

    Sebelumnya, para wisudawan telah mengikuti prosesi Khotmul Quran pada Jumat, 31 Januari 2020 di Masjid Agung Al Azhar. Prosesi ini merupakan kegiatan penyerahan Alquran oleh Ketua Umum Pengurus Yayasan Pesantren Islam Al Azhar kepada para wisudawan.

    Selain itu, mahasiswa UAI juga melakukan khatam Alquran serta memberikan donasi berupa pemberian alat salat dan Alquran untuk Pesantren Miftahul Hidayah di Kabupaten Garut.  Prosesi wisuda dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya serta Mars UAI yang dilanjutkan dengan sambutan Rektor.

    Dalam pidatonya, Rektor UAI menyampaikan pesannya kepada para lulusan UAI untuk terus belajar demi berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. Pada era ini, selain kemampuan dalam bidang keilmuan, harus dibarengi pula dengan keterampilan seperti kreativitas, kecerdasan emosional, team work, serta pola pikir kritis.

    “Dalam rangka membentuk karakter lulusan UAI, kami melaksanakan berbagai program pembinaan kepada mahasiswa yang semuanya direkam dalam data pemeringkatan Perguruan tinggi Kemenristekdikti dan Akreditasi Perguruan Tinggi," kata Asep dalam siaran pers, di Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.

    Di antaranya ialah kegiatan kemahasiswaan dalam rangka menguatkan core values UAI tentang ke-Al Azhar-an dan perilaku luhur Islami, penerapan dan pengawasan  Etika berpakaian sehari-hari, ketika UTS dan UAS dan tidak merokok di lingkungan kampus UAI, penerapan KKN-Tematik Tata Kelola Pemerintahan Desa Yang Baik di Cikidang, Garut, serta menyiapkan  KKN Socio-Technopreneurship bagi para mahasiswa UAI.

    Selain memberi wejangan kepada para wisudawan, Rektor UAI juga turut menjelaskan perkembangan prestasi yang diraih UAI. Per tahun 2019, UAI mengedepankan Good University Governance yang dijalankan dengan model Balanced Score Card.

    Dalam model tersebut terdapat lima perspektif, yaitu Academic Axellence, Student Centered Program, Professional Management, Learning and Growth dan Financial Stability.  UAI yang berada pada peringkat 69 perguruan tinggi terbaik se-Indonesia serta 10 terbaik se-Jakarta ini juga berhasil mendapat penghargaan dari Badan Narkotika Nasional atas perannya dalam aksi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.

    Penghargaan lain yang telah didapatkan UAI yaitu penghargaan Tax Center Teraktif pada 2019 dan penghargaan dari badan Pengawas Pemilu sebagai mitra strategis Bawaslu.

    “Saat ini UAI sudah masuk sebagai Full Pledged University atau Universitas Sayap Lengkap, karena Program Studi STEM dan Ilmu Sosial-Humaniora sudah seimbang. Selain itu, UAI membuat blended learning, yakni proses pembelajaran campuran antara kuliah konvensional dan kuliah e-learning atau OFF and ON Line Learning.” ujar Asep.

    Sementara itu, Ketua Badan Pembina Yayasan Pesantren Islam Al Azhar, Jimly Ashiddiqie menyampaikan harapannya, agar lulusan UAI dapat berpartisipasi menjadi tenaga terampil dan membuka lowongan pekerjaan untuk orang lain.  Hal ini sejalan dengan tagline UAI, yaitu “Enterprising University” untuk merealisasikan lulusan UAI menjadi generasi pemimpin.

    UAI telah melakukan upaya dalam membangun networking untuk memfasilitasi mahasiswa entrepreneur di UAI.  Salah satunya dengan Laznas yang dapat menopang usaha – usaha yang dibangun oleh para mahasiswa.

    Melalui jiwa entrepreneur ini UAI berharap dapat menjadikan para lulusannya memiliki manfaat bagi banyak orang serta dapat memajukan peradaban muslim yang lebih baik, bukan hanya sekadar memperkaya diri sendiri melalui usaha yang dibangunnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah III Jakarta, Samsuri menyampaikan ucapan selamatnya kepada UAI karena telah melahirkan lulusan yang baik serta telah melahirkan satu professor baru. Ia berpesan kepada para wisudawan bahwa sejatinya indeks prestasi tidak menentukan kesuksesan seseorang, melainkan keinginannya untuk terus belajar di sepanjang hidupnya.

    “Jadilah pemimpin yang merupakan kewirausahaan yang sangat pandai dan cepat memanfaatkan peluang yang ada dan berani mengambil risiko dalam perjalanan hidupnya," tutup Samsuri.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id