Tak Perlu Tolak Jenazah Pasien Covid-19, Pahami Fakta Ilmiahnya

    Citra Larasati - 04 April 2020 16:07 WIB
    Tak Perlu Tolak Jenazah Pasien Covid-19, Pahami Fakta Ilmiahnya
    Petugas pemakaman menurunkan peti jenazah pasien covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Senin, 30 Maret 2020. Foto: Antara/Muhammad Adimaja
    Jakarta:  Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) mengimbau masyarakat agar tidak bereaksi berlebihan dalam menghadapi jenazah pasien yang meninggal akibat infeksi virus korona, Menyusul banyaknya penolakan pemakaman jenazah pasien positif korona yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

    Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan UGM, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D, Sp.MK. menegaskan, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menolak jenazah yang terinfeksi covid-19.  Menurut Tri, ini karena rumah sakit telah menangani jenazah sesuai panduan medis yang memastikan keamanannya.

    Salah satunya, jenazah dibungkus plastik atau kantong jenazah yang tidak mudah tembus. "Dengan menjalani semua prosedur pemakaman jenazah Covid-19, sesuai guideline dari Kemenkes, Kemenag, dan MUI, maka tidak akan menimbulkan penularan. Semestinya tidak ada penolakan," kata Tri dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 4 April 2020.

    Secara ilmiah, pakar mikrobiologi UGM ini menjelaskan, ketika jenazah telah dibungkus dan dikubur maka virus akan ikut mati.  Saat orang meninggal, selnya mati, sehingga virus di dalamnya tidak akan berkembang.

    Sifat virus dalam jenazah sama dengan virus yang ada di tanah, lantai, maupun barang yang akan mati dalam jangka waktu tertentu.  Dia menyebutkan, risiko penularan jenazah positif covid-19 ke manusia akan minimal apabila seluruh langkah pemulasaran dilakukan sesuai pedoman penanganan yang dikeluarkan Kemenkes.

    Antara lain, petugas kesehatan memakai APD saat pemulasaran jenazah.  Begitu juga jenazah, harus terbungkus seluruhnya dalam kantong jenazah yang tidak mudah tembus sebelum dipindahkan ke kamar jenazah.

    "Jangan ada kebocoran cairan tubuh yang mencemari bagian luar kantong jenazah, dan sesegera mungkin memindahkannya ke kamar jenazah," jelasnya.

    Baca juga: Fatwa MUI Atur Penanganan Jenazah Covid-19

    Berikutnya, jika keluarga pasien ingin melihat jenazah dapat diizinkan sebelum dimasukan ke kantong jenazah dengan syarat memakai APD.  Jenazah tidak boleh disuntik pengawet atau balsem.

    Begitu juga jenazah yang sudah dibungkus, tidak boleh dibuka lagi.  Tri mengingatkan agar jenazah hendaknya diantar dengan mobil jenazah khusus. 

    "Sebaiknya jenazah tidak lebih dari 4 jam disemayamkan di pemulasaran jenazah," imbuhnya.

    Petugas juga harus memberikan penjelasan ke pihak keluarga terkait penanganan khusus  yang meninggal karena penyakit menular dan memperhatikan sensitivitas agama, budaya, dan adat istiadat.  "Perlakuan yang sama juga diperuntukkan bagi jenazah berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang hasil pemeriksaan laboratorium covid-19-nya belum keluar," jelasnya.

    Dia kembali mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan menolak jenazah pasien Covid-19. Sebab, jenazah telah dibungkus plastik atau kantong jenazah kedap udara, sehingga tidak akan ada virus yang menyebar keluar.

    Dengan perlakuan tersebut jika ada cairan yang keluar dari tubuh jenazah akan tetap berada di dalam kantong jenazah.  "Jadi, kami imbau masyarakat agar tidak panik, sebab petugas kesehatan telah memperlakukan jenazah pasien covid-19 sesuai protokol. Jenazah telah dibungkus sedemikian rupa agar tidak bocor dan dijamin keamanannya," paparnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id