Penguatan Ekosistem Kunci Keberhasilan 'Pernikahan' Vokasi dan Industri

    Citra Larasati - 30 Juni 2020 20:02 WIB
    Penguatan Ekosistem Kunci Keberhasilan 'Pernikahan' Vokasi dan Industri
    Ilustrasi. Foto: ANT
    Jakarta:  Penguatan ekosistem menjadi salah satu keberhasilan dari "Pernikahan Massal" antara pendidikan vokasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Sebab setiap sektor industri sendiri memiliki ritme dan kekhasan yang berbeda-beda.

    "Laju perubahan setiap industri tidak sama. Maka dari itu, dalam penyiapan SDM perlu juga untuk menguatkan ekosistem pendukungnya. Ekosistem ini dalam bentuk lembaga dan cara kerja. Diharapkan dengan ekosistem yang kondusif, mampu menjawab tantangan di dunia kerja," terang Wakil Ketua Komite Tetap Pelatihan Ketenagakerjaan KADIN Indonesia, Miftahudin, Webinar Peluncuran Program Up-skilling dan Re-skilling Guru Kejuruan SMK dan Bantuan Pemerintah Bidang Kemitraan dan Penyelarasan dengan DUDI, Selasa, 30 Juni 2020.

    Miftah dalam keterangannya juga menjelaskan, bahwa saat ini industri membutuhkan lulusan yang memiliki kemampuan untuk belajar (ability to learn). Artinya, para lulusan SMK dituntut untuk bisa beradaptasi dari satu keahlian ke keahlian lainnya.

    Baca juga:  Kemendikbud Rancang Kurikulum Baru untuk SMK

    Senada dengan Miftah, Direktur Kemitraan dan Penyelarasan DUDI, Ahmad Saufi menambahkan, pihaknya telah membentuk Forum Pengarah Vokasi (FPV) sebagai komitmen untuk membangun ekosistem kemitraan yang baik antara pendidikan vokasi dengan DUDI.

    Fungsi untuk membangun ekosistem ini sudah ada di Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI, Kemendikbud.  "Kita harus membangun kerja sama yang berbasis simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan. Namun selain menguatkan kemitraan ini, saya juga ingin berpesan kepada para siswa agar mau belajar berbagai jenis skils, termasuk bahasa dan menambah pengalaman melalui kegiatan yang bermanfaat," ujar Saufi.

    Sebelumnya, Kemendikbud tengah merancang kurikulum baru untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kurikulum tersebut akan dibuat lebih sederhana, namun sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
     
    "Kita sedang merancang kurikulum SMK yang baru, yakni lebih simpel danmatchkarena disusun bersama industri. Kurikulum ini mencakup pemenuhan kompetensihard skilldansoft skillsecara seimbang," tutur Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemendikbud, Wikan Sakarinto dalam Webinar Peluncuran ProgramUp-skillingdanRe-skillingGuru Kejuruan SMK dan Bantuan Pemerintah Bidang Kemitraan dan Penyelarasan dengan DUDI, Selasa, 30 Juni 2020.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id