Kampus Merdeka

    Aptisi: PTS Kecil Akan Sulit Cari Tempat Magang

    Ilham Pratama Putra - 10 Februari 2020 11:37 WIB
    Aptisi: PTS Kecil Akan Sulit Cari Tempat Magang
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id/M.Rizal
    Jakarta:  Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) mengeluhkan, bahwa menjalin kerja sama dengan perusahaan susahnya bukan main.  Terlebih kampus-kampus "kecil" akan merasakan kesulitan luar biasa jika dipaksa mengikat perusahaan-perusahaan untuk menampung mahasiswanya magang.

    Menurut Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Budi Djatmiko hal ini kian mustahil. Tak semua perusahaan, terlebih perusahaan besar, mau menerima mahasiswa magang walaupun telah bersepakat untuk kerja sama.

    Bahkan Budi menyebutkan, kebijakan yang dirancang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nadiem Makarim ini tak melihat ranah yang lebih luas. Bagi Budi, Nadiem masih terjebak denga konsep dan cara kerha di perusahaan lamanya.

    "Kalau nadiem pasti bilang bisa karena dia yang miliki Gojek. Tapi apa iya, semua perusahaan sama kaya Gojek? Kan enggak," terang Budi kepada Medcom.id, Senin, 10 Februari 2020.

    Belum lagi ketika diminta bekerja sama dengan perusahaan nirlaba kelas dunia, seperti World Bank dan PBB.  Meskipun bisa turun ke BUMN atau BUMD hal itu belum juga menjadi jaminan mahasiswa mendapat tempat magang.

    "Apa iya mereka mau terima kerja buat kita setelah magang. Kan syaratnya nanti setelah selesai, mau menerima lulusannya. Siapa yang mau? itu yang tidak masuk akal," jelasnya.

    Untuk itu dia meminta, kebijakan ini juga harus di dukung Presiden Joko Widodo.  Agar perusahaan bisa diarahkan untuk lebih terbuka terhadap mahasiswa magang, utamanya dari kampus-kamus kecil.

    Budi juga mengingatkan, bahwa 70 persen dari sekitar 4.700 perguruan tinggi di Indonesia masih didominasi oleh perguruan tinggi kecil.   "Misalnya lewat Kementerian perindustrian dan keuangan nanti bisa memberi tahu, perusahaan yang memberi mahasiswa magang akan dikurangi biaya pajaknya. Kalau yang seperti ini Nadiem sendiri kan tidak bisa. Urusannya ada di Presiden," pungkasnya.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id