Forum Alumni UNJ Usulkan Pembentukan Satuan Pengawas Internal

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 23 Mei 2020 12:50 WIB
    Forum Alumni UNJ Usulkan Pembentukan Satuan Pengawas Internal
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Forum Alumni (Forluni) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) meminta ada perbaikan sistem tata kelola di UNJ secara menyeluruh. Misalnya, dengan pembentukan satuan pengawas internal. yang bekerja independen untuk mengawasi perilaku menyimpang di dalam kampus.

    "Kami ingin ada perbaikan menyeluruh dan mendalam terhadap tata Kelola UNJ. Tidak boleh lagi kasus memalukan ini terjadi," kata Juru Bicara Forluni UNJ Jakarta Ide Bagus Arief Setiawan melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2020.

    Ide Bagus menegaskan kasus dugaan dugaan gratifikasi Rektor UNJ Komarudin ke sejumlah pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencoreng citra kampus sebagai pencetak tenaga pendidikan. Pengawas internal diyakini bisa jadi pencegahan kasus serupa terjadi di masa depan. Selain itu, bisa menumbuhkan budaya transparansi penggunaan anggaran, sehingga dapat diakses publik dan terbuka.

    "Karena UNJ adalah lembaga pencetak tenaga Pendidikan yang seharusnya dapat menjadi contoh dan pembentuk karakter," ujarnya.

    Ide Bagus menyebut ini bukan satu-satunya kasus yang mencoreng nama baik UNJ. Kampus tempat mencetak para tenaga pengajar itu pernah terkena kasus plagiarisme sekitar dua tahun lalu.

    Forluni UNJ juga meminta agar Kemendikbud memperbaiki pola pemilihan rektor perguruan tinggi. Integritas dan rekam jejak calon rektor harus benar-benar baik dan teruji. Dengan begitu, kata Ide, perguruan tinggi benar-benar menjadi ruang akademis berintegritas tinggi.

    Baca: Nadiem Pastikan Beri Sanksi Pejabat Kemendikbud Kena OTT

    Forluni UNJ berharap kasus dugaan gratifikasi ini dapat ditelurusi lebih lanjut. Ini penting guna memastikan dunia perguruan tinggi bersih dari budaya korupsi, termasuk Kemendikbud.

    Forluni UNJ mendukung sikap tegas Kemendikbud kepada Rektor UNJ dan jajarannya apabila ada bukti keterlibatan dan bersalah dalam kasus ini. Tindakan pemecatan dan sanksi akademik dinilai layak diberikan karena mencoreng nama UNJ sebagai perguruan tinggi pencetak guru.

    Rektor UNJ Komarudin dan beberapa pejabat Kemendikbud terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komarudin diduga melakukan tindakan gratifikasi berkedok Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Kemendikbud.

    Barang bukti yang disita berupa uang sebesar US$1.200 dan Rp27,5 juta. Namun, KPK telah melimpahkan kasus ini kepada kepolisian.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id