Kemendikbud: Kerja Sama Netflix Itu Kesepakatan Lama

    Ilham Pratama Putra - 22 Juni 2020 13:46 WIB
    Kemendikbud: Kerja Sama Netflix Itu Kesepakatan Lama
    Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud, Hilmar Farid. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
    Jakarta:  Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hilmar Farid buka suara terkait kritikan yang ditujukan untuk program kerja sama antara pihaknya dengan aplikasi Netflix. Dia menyebut, kerja sama itu merupakan kesepakatan lama.

    "Perlu diketahui kerja sama dengan Netflix sudah jauh sebelum ada program Belajar dari rumah, sejak Januari 2020," kata Hilmar dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, Senin, 22 Juni 2020.

    Hilmar menjelaskan, kerja sama itu berawal dari kebutuhan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas industri film. Mulai dari penulisan skenario hingga produksi.

    Namun, saat Belajar dari rumah diberlakukan, pihaknya membuat kerja sama itu diperluas kemanfaatannya. Tayangan Netflix akhirnya dimuat dalam siaran TVRI untuk menunjang Belajar dari rumah.

    "Saat pandemi kita membuat program juga di TVRI. Lalu kita buat kesepakatan lagi untuk menayangkan beberapa film dokumenter dari Netflix," sambung Hilmar.

    Baca juga:  Gandeng Netflix, Kemendikbud Dinilai Hanya Mengejar Pasar

    Hilmar menegaskan, pemilihan film dari Netflix itu dilakukan secara selektif dan hati-hati. Pihaknya melakukan kurasi agar konten Netflix yang disiarkan di TVRI benar-benar dapat menunjang program Belajar dari rumah.

    "Ini melibatkan perwakilan lembaga sensor film, ketuanya sendiri terlibat. Kemudian wakil ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), pihak TVRI dan Kemendikbud sendiri. Jadi melalui satu proses pengujian, kita hati-hati mengenai konten," jelasnya.

    Lagi pula, kata dia, tayangan di TVRI masih didominasi oleh konten lokal yang dikelola Kemendikbud. Untuk itu ia menolak jika ada asumsi tayangan Netflix mendominasi program Belajar dari rumah.

    Hilmar juga mengunkapkan, kerja sama ini tak mengeluarkan biaya apapun. Biaya tayang dari film-film dokumenter tersebut diberikan Netflix secara cuma-cuma.

    Sebelumnya, Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda mengkritisi langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang menggandeng Netflix, untuk menyajikan film dokumenter di televisi. Kebijakan ini dinilai tak memberikan ruang bagi tumbuhnya kreativitas anak bangsa.
     
    Netflix merupakan penyedia layanan hiburan streaming dari luar negeri. Menurut Huda, banyak anak bangsa yang lebih kreatif untuk membuat film dokumenter, pendek, hingga panduan belajar peserta didik selama masa Belajar di rumah.
     
    "Ini kenapa Kemendikbud sebagai rumah besar pendidikan di Tanah Air malah menggandeng penyedia layanan streaming dari luar negeri untuk sekadar menyediakan film dokumenter," kata Huda dalam keterangannya, Kamis, 18 Juni 2020.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id