Program Guru Penggerak Dianggap Tak Optimal

    Ilham Pratama Putra - 04 Januari 2021 15:01 WIB
    Program Guru Penggerak Dianggap Tak Optimal
    Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah.
    Jakarta: Selama masa pandemi covid-19, kualitas guru menjadi salah satu faktor yang menentukan terselenggaranya pembelajaran secara optimal. Beberapa program untuk peningkatan kualitas guru sendiri diampu oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

    Namun, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono menilai program Ditjen GTK itu belum menunjukkan hasil signifikan. Termasuk, Program Guru Penggerak.

    "Pandemi ini sebenarnya kita juga belum melihat kemajuan yang signifikan oleh Ditjen GTK bagaimana meningkatkan kemampuan guru untuk penguasaan ide untuk menghadapi pembelajaran selama pandemi ini," kata Agus dalam webinar ngopi seksi outlook pendidikan Indonesia 2021, Minggu 3 Januari 2021.  

    Menurut Agus, Guru Penggerak yang memuat pelatihan bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi guru dan kepala sekolah begitu penting. Program ini bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya dan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar murid.

    "Namun belum ada hasil yang signifikan," terangnya.

    Baca: Pandemi, Rapor Pendidikan Indonesia Menurun

    Dia menjelaskan, kunci utama pembelajaran selama pandemi dengan skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini membutuhkan inovasi para guru. Utamanya, kemampuan guru dalam pengembangan konten pembelajaran.

    "Dan ditambah dengan penguasaan teknologi yang baik maka diharapkan guru bisa menguasai konten pembelajaran," tuturnya.

    Selain permasalah kualitas guru, Agus juga sempat menyinggung penunjang pembelajaran di tengah pandemi. Infrastruktur internet dan listrik juga menjadi satu hal yang membuat peningkatan pendidikan terhambat.

    "Saya tidak begitu yakin bahwa selama tiga sampai sampai bulan, Pemerintah Daerah mampu mengatasi persoalan terhadap akses listrik dan internet di 46.000 satuan pendidikan itu. Ini tantangan terbesar di tri semester pertama bagi bupati dan walikota untuk memastikan (pembelajaran optimal)," bebernya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id