Berita Populer Pendidikan: Sejarah Nama Solo Hingga Kritik Atas Sanksi Pelanggar SKB Seragam

    Arga sumantri - 18 Februari 2021 08:26 WIB
    Berita Populer Pendidikan: Sejarah Nama Solo Hingga Kritik Atas Sanksi Pelanggar SKB Seragam
    Ilustrasi. Kampus UNS Surakarta.



    Jakarta: Informasi seputar sejarah Surakarta menyedot perhatian pembaca kanal Pendidikan Medcom.id. Khususnya, terkait sebutan yang benar, apakah Solo, Sala, dan Surakarta. 

    Masyarakat Kota Bengawan acapkali bingung membedakan nama atau sebutan Solo, Sala, dan Surakarta. Kerancuan ini tidak hanya dialami oleh masyarakat kota ini, tapi juga dialami oleh masyarakat di berbagai daerah.






    Cerita sejarah lahirnya nama Solo, Sala, dan Surakarta pun dijabarkan Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Warto. Ia membeberkan sejarah di balik nama Solo dan Sala, maupun Surakarta.

    Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang aturan seragam dan atribut khusus keagamaan rupanya masih diminati para pembaca. Terutama, informasi seputar ancaman mencabut dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi sekolah yang melanggar SKB tersebut.

    Berikut tiga berita populer kanal Pendidikan Medcom.id pada Rabu, 17 Februari 2021.

    1. Mana yang Benar, Solo, Sala, atau Surakarta?

    Masyarakat Kota Bengawan acapkali bingung membedakan nama/ sebutan Solo, Sala, dan Surakarta. Kerancuan ini tidak hanya dialami oleh masyarakat kota ini, tapi juga dialami oleh masyarakat di berbagai daerah.
     
    Masyarakat ada yang menyebut Kota Bengawan dengan nama Solo atau Surakarta. Selain itu, dalam hal penulisan dan pelafalannya pun, ada yang suka menggunakan nama 'Solo' dan 'Sala'.

    Lalu, manakah nama yang benar? Bagaimana sebetulnya cerita sejarah lahirnya nama Solo, Sala, dan Surakarta. Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Warto menerangkan sejarah di balik nama Solo dan Sala.

    Berita selengkapnya di sini

    2. Kritik Atas Ancaman Mencabut Dana BOS Bagi Pelanggar SKB Seragam

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri soal Pakaian Seragam Sekolah. Kebebasan atribut keagamaan pada seragam sekolah adalah hak individu setiap guru, murid, dan tenaga kependidikan.
     
    Bahkan sekolah yang melanggar akan diberi sanksi. Ada ancaman terhadap penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada sekolah yang intoleran.
     
    Anggota Komisi II DPR Guspardi Gaus menyatakan sanksi tersebut berlebihan. Bahkan, menurutnya pemerintah telah bersikap tidak bijak dalam memberikan sanksi.

    Berita selengkapnya di sini

    3. Mau Dapat Bantuan Usaha Rp25 Juta dari Kemendikbud? Ini Syaratnya

    Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka program Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI). Banyak keuntungan bagi mahasiswa yang mengikuti program ini.
     
    Dikutip dari akun Instagram Dirjen Dikti @dirjen.dikti mahasiswa yang mengikuti program ini akan mendapatkan berbagai manfaat, mulai dari workshop kewirausahaan bersama para praktisi dan entrepreneur sukses di Indonesia. Selain itu, akan mendapatkan bantuan pengembangan usaha sebesar Rp25 juta rupiah.

    Berita selengkapnya di sini

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id