Dua Guru di Padang Terpapar Covid-19 Usai PTM, Ini Kata Disdik

    Antara - 16 Februari 2021 16:35 WIB
    Dua Guru di Padang Terpapar Covid-19 Usai PTM, Ini Kata Disdik
    Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani.



    Padang: Dinas Pendidikan Kota Padang memastikan semua sekolah di kota itu telah menerapkan protokol kesehatan karena dilakukan pengawasan secara rutin oleh Satgas bahkan hingga ke tingkat sekolah. Ini sekaligus merespons terhadap informasi adanya dua guru terpapar covid-19 di sekolah yang melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

    "Terkait adanya temuan guru SMPN 10 Padang yang positif, diduga yang bersangkutan terpapar dari luar sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi di Padang, Selasa, 16 Februari 2021.






    Menurutnya, sejak dimulai proses belajar tatap muka di Padang pada awal tahun, dan telah berjalan hampir satu setengah bulan, tidak ditemukan adanya kasus positif di sekolah. "Artinya, protokol kesehatan dijalankan dengan baik, namun kalau terpapar dari luar sekolah pihaknya tak dapat menjangkau," ujarnya.

    Ia juga menyebut tim Satgas yang dibentuk di sekolah hingga Satgas Kota bekerja dengan baik memastikan pelaksanaan protokol kesehatan berjalan baik di sekolah. Selain itu dalam proses belajar mengajar juga dilakukan pembatasan jumlah siswa dan dalam satu pekan diselang seling belajar daring.

    Terkait dengan kasus yang terjadi di SMPN 10 Padang, pihaknya mengaku telah bertindak cepat dengan melakukan tes usap kepada seluruh jajaran mulai dari murid hingga guru. Selain itu tes usap proses pembelajaran tatap muka di SMPN 10 Padang juga dihentikan sementara hingga hasil tes keluar.

    Baca: Pembelajaran Tatap Muka, Dua Guru di Padang Terpapar Covid-19

    Sementara, Kepala SMPN 10 Padang Dewi Anggraini menyampaikan sebelumnya proses belajar dibagi dua sesi, rombongan belajar sesi I masuk sekolah Senin, Selasa, Rabu, sesi II Kamis, Jumat, Sabtu.

    Ia menyebutkan hingga saat ini sebanyak 475 siswa telah mengikuti tes usap dan sisanya 339 lainnya belum karena sejumlah alasan. "Ada beberapa alasan orang tua tidak mengizinkan anaknya melakukan tes usap terutama karena khawatir dan takut," ujar Dewi.

    Ia mengupayakan dan mendorong siswa yang belum tes usap untuk dibawa ke Puskesmas Pasar Ambacang mengikuti tes. Selain itu usai ditetapkan dua orang guru positif, seluruh bangunan sekolah telah disemprot disinfektan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id