UKDW Ambil Bagian Dalam InnoXJogja 2020

    Citra Larasati - 20 November 2020 14:35 WIB
    UKDW Ambil Bagian Dalam InnoXJogja 2020
    InnoXJogja 2020. Foto: Dok UKDW
    Jakarta:  Block71 Yogyakarta bekerja sama dengan Centrino Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), AMIKOM Business Park, Akademi Inovatif Universitas Gadjah Mada (UGM), HUB Kreatif UGM, Inkubasi Bisnis dan Inovasi Bersama UII, serta Jogja Digital Valley menyelenggarakan InnoXJogja 2020.  Acara ini digelar 17-20 November 2020.

    InnoXJogja 2020 merupakan festival dan showcase inovasi dan teknologi virtual berskala terbesar pertama di Yogyakarta. Acara ini didukung oleh NUS Enterprise, Innovation Factory, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).  Acara ini mengangkat tema 'Bridging Indonesia: Tech Community to Asia'.

    Acara ini digelar secara daring yang terdiri dari beragam sesi seperti diskusi panel, bincang santai, dan eksibisi. InnoXJogja 2020 juga menyediakan fasilitas startup pitching competition, business matching and networking, serta investor speed dating.

    Sebanyak 2.000 peserta yang berasal dari sektor pemerintahan, investor, institusi pendidikan, dan perusahaan turut berpartisipasi. Selain itu, terdapat 30 pembicara yang dihadirkan pada acara ini.

    Manager Block71 Yogyakarta, Reni Wahyuni Ika Lestari mengatakan pembicara internasiona juga  turut hadir untuk mengisi acara ini. “Kami berharap setelah ini akan lebih banyak lagi pegiat teknologi dan inovasi di Yogyakarta yang bisa terfasilitasi. Tidak hanya teknologinya, tapi juga kesempatan untuk bertemu dengan investor atau perusahaan yang mampu mengembangkan teknologi mereka lebih jauh lagi,” paparnya.

    Reni mengakui, cukup banyak startup asal Yogyakarta yang memilih pindah ke kota lain. Kebanyakan karena alasan tidak adanya dukungan modal, sehingga membuat mereka mencari investor di kota lain.

    “Karena itu, InnoXJogja ini juga sebagai ajang upaya kami menghadirkan para investor ke Yogyakarta, jadi bukan startup yang keluar dari Yogyakarta,” imbuhnya.

    InnoXJogja 2020 dibuka oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang dalam sambutannya mengatakan, bahwa terselenggaranya InnoXJogja ini merupakan titik awal kemajuan inovasi dan teknologi dalam berbagai bidang. Antara lain bidang pertanian, kesehatan, sosial, dan kebudayaan.

    Kemajuan teknologi dan inovasi merupakan tantangan masa depan yang perlu diberikan ruang dan iklim yang kondusif bagi pengembangannya. Pemerintah Daerah (Pemda) DIY berkeinginan agar startup asli Yogyakarta bisa berkembang di Yogyakarta.

    “Saya menyambut baik dan mengapresiasi Festival Inovasi dan Teknologi ini. Dengan harapan, dapat menjadi ajang munculnya ide-ide segar yang built-in dalam teknologi dan inovasi guna mendorong lahirnya startup business.

    Kemajuan teknologi yang ada harus paralel dan punya kapasitas menindaklanjuti inovasi, untuk kemudian tercipta teknologi baru yang berkelanjutan serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” tambah Sri Sultan.

    Sementara itu Kepala Centre of Entrepreneurship and Innovation (Centrino) UKDW, Winta T. Satwikasanti mengatakan bahwa dalam InnoXJogja 2020 ini UKDW berpartisipasi
    sebagai salah satu inkubator yang terlibat dalam virtual booth, innovation showcase, dan innovation stage.

    Lebih lanjut Winta menjelaskan, dosen-dosen dan alumni UKDW turut menjadi narasumber dalam innovation stage dan innovation showcase pada  19 November 2020.  Dosen Informatika UKDW, Lucia Dwi Krisnawati, sebagai salah satu developer Trawaca bercerita tentang perjalanan proyek Artificial Intelligence (AI) untuk hibah Wikipedia dalam digitalisasi naskah kuna manuskrip
    beraksara Jawa lewat pengenalan karakter optic (optical character recognition) dan program aplikasi belajar aksara Jawa.

    Baca juga:  Data Guru Penerima BSU Kemendikbud Diduga Bocor

    Proyek ini menjadi sarana belajar yang inovatif untuk siswa dan guru.  Selanjutnya Budi Susanto berbicara tentang Alun-alun Project, membangun model representasi pengetahuan untuk objek budaya Indonesia dengan kerangka semantic web. Kemudian Gabriela Nadya Anggia, alumnus Desain Produk UKDW membagikan mengenai pendekatan kontemporer dalam mengeksplorasi materi baru dan cara mengubah limbah menjadi produk yang mempunyai nilai jual,” tuturnya.

    Winta mengungkapkan, melalui agenda ini, UKDW yang juga mitra pemberi beasiswa dalam beasiswa OSC (Online Scholarship Competition) Medcom.id ini juga mendapatkan peluang yang bagus seperti jejaring dan mitra-mitra baru.  Sehingga mendorong Centrino UKDW untuk terus mengembangkan semangat kewirausahaan dalam diri mahasiswa.

    “Kami terus berupaya memunculkan profil-profil mahasiswa yang tertarik dengan kewirausahaan dan inovasi. Harapannya kami bisa menciptakan support system bagi mahasiswa untuk
    mengembangkan minatnya. Hingga akhirnya kami bisa punya startup untuk menghilirisasi hasil inovasi baik dari dosen maupun mahasiswa,” pungkasnya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id