Rektor Beberkan Program Prioritas Unpad di 2021

    Citra Larasati - 06 Januari 2021 20:52 WIB
    Rektor Beberkan Program Prioritas Unpad di 2021
    Kampus Unpad. Foto: Dok. Unpad
    Jakarta:  Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad), Rina Indiastuti menyampaikan arah kebijakan Unpad di tahun 2021. Proyeksi tersebut disampaikan Rektor dalam rapat perdana Majelis Wali Amanat Unpad.

    Fokus kebijakan pertama yang akan dilakukan Unpad pada 2021 adalah melanjutkan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Kemendikbud. Rina menilai, program Kampus Merdeka sangat baik bagi mahasiswa maupun dosen Unpad.

    Sejak dicanangkannya program ini pada awal 2020, Unpad telah merancang program implementasi program Kampus Merdeka untuk Semester Ganjil 2020/2021. Ada delapan program yang sudah dirancang Unpad.

    Hingga akhir 2020, Unpad telah menjalankan tiga dari delapan program implementasi Kampus Merdeka tersebut. Antara lain pertukaran mahasiswa, magang, dan proyek kemanusiaan. Sisanya akan diimplementasikan pada Semester Genap 2020/2021.

    Fokus kedua adalah penerapan metode pembelajaran berbasis kombinasi antara luring dan daring (blended learning). Meluasnya wabah covid-19 di Indonesia sejak Maret 2020 lalu menyebabkan kegiatan pembelajaran tatap muka di Unpad beralih ke metode daring.

    Penerapan metode kombinasi ditegaskan melalui Surat Keputusan Rektor Unpad Nomor 1190/UN6.RKT/Kep/HK/2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan Masa Pandemi Covid-19 Semester Genap 2020/2021 di Lingkungan Universitas Padjadjaran.

    Sebagian besar aktivitas pendidikan, penelitian, dan kemahasiswaan diutamakan dilakukan dengan metode daring. Seluruh kegiatan luring dilakukan setelah sebelumnya berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

    Lebih lanjut Rektor memaparkan, kebijakan selanjutnya adalah perolehan akreditasi internasional untuk program studi. Tahun 2020, Unpad berhasil memperoleh akreditasi internasional untuk 14 program studi.  Tahun ini ditargetkan 16-18 prodi memperoleh akreditasi internasional.

    “Akreditasi internasional ini berdampak baik sekali karena standar pendidikan dan lulusan ter-upgrade menjadi standar internasional,” kata Rina, Rabu, 6 Januari 2020.

    Unpad juga mendorong peningkatan riset dan inovasi. Kolaborasi riset terus digulirkan. Pendanaan riset pada 2021 tidak hanya terfokus dari dana pemerintah. “Harus dicari dari industri dan instansi baik dalam maupun luar negeri,” tuturnya.

    Baca juga:  Pandangan Guru Besar IPB Soal Tantangan Pendidikan di 2021

    Riset yang dilakukan didorong untuk menghasilkan inovasi. Sejak pandemi covid-19, Unpad menghasilkan beragam produk inovasi yang dihasilkan para peneliti. Berbagai produk inovasi juga telah diapresiasi dan mendapat kepercayaan dari pemerintah maupun masyarakat.

    Guna mengejar target masuk 500 besar perguruan tinggi dunia, rekognisi internasional terus ditingkatkan. Sejak 2020, Unpad telah menggulirkan program Pradja Brata atau Program Rekognisi Akademik Universitas Padjadjaran. Pradja Brata merupakan sebuah sistem pemeringkatan di tingkat fakultas.

    Program dilakukan melalui penjenamaan (branding) peneliti dengan hasil risetnya, rekoneksi alumni, pelibatan mitra internasional dalam mendukung pembelajaran daring, rekrutmen talenta, serta penguatan database.

    “Program ini telah berhasil menggugah fakultas untuk bergerak,” kata Rektor.

    Kebijakan lainnya yaitu peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, penguatan infrastruktur multikampus, akselerasi tata kelola berbasis ICT, hingga restrukturasi korporasi dan optimalisasi aset.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id