comscore

3 Tim dari Fapsi Unpad Sabet Juara di Ajang Psychology Fair 2022

Renatha Swasty - 09 Mei 2022 15:14 WIB
3 Tim dari Fapsi Unpad Sabet Juara di Ajang Psychology Fair 2022
Sebanyak tiga tim Fapsi Unpad menyabet juara dalam ajang Ajang Psychology Fair 2022. DOK Unpad
Jakarta: Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran (Unpad) berhasil meraih sejumlah juara dalam ajang Psychology Fair 2022 yang digelar Universitas Katolik Widya Mandala pada Februari–April 2022. Sebanyak tiga tim yang dikirimkan Fapsi Unpad berhasil menyabet gelar juara untuk cabang Desain intervensi dan Psychographic.

Pada cabang Desain intervensi, tim beranggotakan Syauqiyyah Syahlaa, Martha Amelia, dan Athifah Qonita berhasil meraih juara II. Sementara itu, dua tim di cabang Psychographic berhasil meraih juara III, yaitu Hutami Rachmat, Sonya Amathun, dan Zalfa Ayu serta juara favorit, yaitu Michelle Astari Rumiris Silitonga, Trifena Angelina Erawan, dan Ammalya Darayatulhusna.
“Dalam mengikuti lomba, kita bukan menunggu siap untuk ikut, melainkan kita ikut agar kita siap. Karena hanya dengan benar-benar mengikutinya, kita akan mengetahui seberapa siap dan seberapa mampu diri kita untuk menjalankannya,” kata Syauqiyyah dikutip dari laman unpad.ac.id, Senin, 9 Mei 2022.

Psychology Fair 2022 melombakan dua cabang, yaitu Desain intervensi dan Psychographic. Setiap tim diminta mengirimkan karya untuk diseleksi juri. Seleksi menjaring 10 besar finalis yang kemudian diseleksi kembali hingga terjaring delapan besar finalis.

Setiap finalis berkesempatan mempresentasikan gagasan/karya di depan juri. Hasil presentasi kemudian menentukan juara lomba. Seluruh lomba digelar daring.

Syauqiyyah membeberkan pada lomba desain intervensi tim mengangkat topik Looking for a Way Out from Cyber Issues dengan dibimbing dosen Fapsi Unpad Retno Hanggarani Ninin. Topik membahas fenomena perundungan secara siber (cyber bullying) yang saat ini marak terjadi di dunia maya.

Dia mengaku keikutsertaan dalam Psychology Fair 2022 untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi yang tidak didapat di kelas. Selain itu, lomba juga menambah pengalaman untuk mengintervensi suatu masalah.

Syauqiyyah selama lomba ada sejumlah tantangan yang dihadapi, salah satunya waktu. Sebab, pelaksanaan lomba digelar bersamaan dengan pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS).

Syauqiyyah mengungkapkan tim memanfaatkan kesempatan dan waktu untuk berdiskusi seefektif mungkin. Hingga akhirnya berhasil meraih juara terbaik dalam lomba.

Baca: Ilmu Komunikasi Unpad Dorong Mahasiswanya Jadi Ilmuwan Komunikasi Profesional
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id