comscore

Mendikbduristek Apresiasi Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Prancis

Antara - 01 Juli 2022 18:36 WIB
Mendikbduristek Apresiasi Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Prancis
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Jakarta: Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, mengapresiasi kerja sama pendidikan yang telah berjalan baik antara Indonesia dan Prancis. Kerja sama untuk menguatkan ekosistem riset.

“Pada 2021, kita telah berhasil meraih capaian baru untuk jumlah pelajar dan periset Indonesia yang menempuh pendidikan di Prancis, yakni sejumlah 579 orang,” ujar Nadiem dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 Juli 2022.
Nadiem menuturkan capaian tersebut menjadi motivasi untuk semakin mengembangkan dan memperluas kolaborasi yang telah terjalin dengan baik. Khususunya, saat ini Kemendikbudristek tengah memprioritaskan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

"Melalui terobosan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka,” ucap dia.

Salah satunya, program International Student Mobility Awards (IISMA) atau pertukaran mahasiswa internasional. Sesjen Kemendikbudristek Suharti mengungkapkan kerja sama strategis yang telah dijalin oleh Indonesia dengan Prancis telah berlangsung dengan baik.

“Kami berharap kerja sama kedua negara yang telah terjalin akan terus berkembang serta dapat mendukung program prioritas masing-masing negara seperti yang
telah disampaikan oleh Menteri Nadiem,” ucap dia.

Indonesia-Prancis menggelar 12th Joint Working Group (JWG) on Higher Education, Research, Innovation, and Entrepreneurship di Valenciennes, Prancis. Dalam pertemuan itu, JWG ke-12, Indonesia dan Prancis ingin mendorong kerja sama riset yang berfokuskan pada ilmu kelautan, ilmu maritim (oseanografi), serta mengatasi tantangan global, seperti masalah perubahan iklim dan isu lingkungan.

Kemendikbudristek dan BRIN juga membahas regulasi yang berlaku untuk kerja sama dan pendanaan untuk mobilitas peneliti serta profesor di Indonesia. Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia membahas skema pendanaan untuk mendukung kolaborasi, mobilitas, dan beasiswa dilanjutkan mempresentasikan konsep dan struktur sains dan inovasi.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko turut mendukung pembahasan regulasi tersebut. BRIN memberikan dukungan bagi program riset internasional dengan menyiapkan dana untuk riset.

"BRIN berharap untuk berkolaborasi lebih banyak dengan lembaga penelitian dan ilmiah Prancis dalam tantangan global, seperti perubahan iklim, teknologi, dan inovasi digital,” kata dia.

Deputy Director General Globalization, Culture, Education and International Development, Ministry of European and Foreign Affairs of French Republic (MEAE) Cyrille Pierre mengungkapkan beragam keuntungan yang diperoleh dari pertemuan tersebut.

"JWG memiliki potensi untuk menciptakan kemitraan baru dalam bidang akademik untuk membentuk generasi berikutnya dari 3.500 peneliti yang saat ini terlibat dalam kerja sama penelitian bilateral dan bergabung dengan lebih dari 2.700 orang di platform France Alumni Indonesia yang membuktikan vitalitas relasi yang dimiliki,” ujar dia.

Pertemuan JWG Ke-12 Indonesia-Prancis dilaksanakan dalam rangka membahas peningkatan kerja sama dan perumusan potensi kerja sama ke depan pada tingkat pemerintah di bidang pendidikan tinggi antarkedua negara. Serta memberi kesempatan kepada pihak perguruan tinggi untuk merancang kerja sama dan kegiatan lain secara otonom.
 
Baca juga: Indonesia-Prancis Eratkan Kerja Sama Perguruan Tinggi Bidang Riset, Inovasi, dan Wirausaha
 


(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id