comscore

Kemendikburistek Raih Predikat Baik Dalam Verifikasi Indeks Keamanan Informasi dari BSSN

Renatha Swasty - 24 Mei 2022 18:17 WIB
Kemendikburistek Raih Predikat Baik Dalam Verifikasi Indeks Keamanan Informasi dari BSSN
Ilustrasi keamanan informasi. Medcom
Jakarta: Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyelenggarakan verifikasi asesmen indeks Keamanan Informasi (KAMI) di sektor Pemerintah Pusat Tahun 2022 untuk menjamin keamanan informasi di lingkungan kementerian dan lembaga. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menjadi salah satu dari 12 instansi yang diasesmen indeks KAMI dan mendapatkan predikat baik dengan nilai 620, kategori SE strategis, dan tingkat kematangan III+.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kemendikbudristek M Hasan Chabibie mengatakan Pusdatin Kemendikbudristek sebagai pengelola keamanan informasi mengapresiasi dan berterima kasih kepada BSSN yang telah melakukan asesmen indeks KAMI kepada Kemendikbudristek. 
“Hasil yang didapat akan menjadi pertimbangan bagi Kemendikbudristek dalam meningkatkan sektor keamanan informasi mengingat digitalisasi pendidikan sedang menjadi konsentrasi kementerian dalam mewujudkan kebijakan Merdeka Belajar,” kata Hasan dalam keterangan tertulis, Selasa 24 Mei 2022. 

Sementara itu, perwakilan tim BSSN, A’Mas, menyampaikan hasil penilaiain yang diraih Kemendikbudristek menunjukkan telah layak menerapkan Standar Keamanan Informasi (SKMI) berdasarkan ISO:27001. Hasil penilaian ini didapat dari komitmen pimpinan dalam manajemen SKMI. 

“Dokumentasi dan klasifikasi data juga sudah dilakukan sangat baik di Kemendikbudristek. Namun, yang paling penting upaya dari tim keamanan informasi untuk melakukan posedur sesuai dengan SMKI adalah kunci utama untuk mengantarkan indeks KAMI Kemendikbudristek bernilai baik,” ujar A’Mas.

A’Mas menuturkan aspek risiko menjadi yang paling menonjol dalam asesmen indeks KAMI. Dia menyebut penerapan manajemen risiko oleh Pusdatin Kemendikbudristek sudah dilakukan menyeluruh. 

“Namun, kami tetap memberikan rekomendasi agar dapat menjadi perbaikan SMKI di Kemendikbudristek,” tutur dia. 

BSSN sebagai verifikator dalam verifikasi dan validasi terhadap asesmen indeks KAMI memberikan sejumlah pertanyaan pada beberapa area. Seperti Kategori Sistem Elektronik yang digunakan, Tata Kelola Keamanan Informasi, Pengelolaan Risiko Keamanan Informasi, Kerangka Kerja Keamanan Informasi, Pengelolaan Aset Informasi, Teknologi dan Keamanan Informasi, dan Suplemen (Tambahan pengukuran dilakukan untuk aspek Pengamanan Keterlibatan Pihak Ketiga Penyedia Layanan, Pengamanan Layanan Infrastruktur Awan (Cloud Service) dan Perlindungan Data Pribadi).

Hasilnya, pada 17-18 Mei 2022, tim keamanan informasi Pusdatin Kemendikbudristek dapat menunjukkan bukti-bukti yang diminta tim verifikator BSSN. 

“Dengan adanya tim yang fokus mengawal keamanan informasi diharapkan dapat melakukan upaya preventif terhadap serangan siber. Hal ini dikarenakan keamanan siber harus dilakukan menyeluruh mulai dari infrastruktur, aplikasi data dan terutama sumber daya manusia (SDM) yang juga tak kalah penting dalam siklus pengamanan keamanan informasi,” tutur A’Mas.

Peran BSSN dalam proses keamanan informasi di lingkungan Kemendibudristek sangat penting. Sebagai lembaga yang ditunjuk sebagai penanggung jawab keamanan informasi dalam SPBE Nasional selalu memberikan update informasi seputar keamanan di Indonesia. 

Sementara itu, asesmen indeks KAMI adalah salah satu upaya dari BSSN untuk menjaga standar pengamanan keamanan informasi pada instansi pemerintah. Asesmen indeks KAMI merupakan aplikasi yang digunakan sebagai alat bantu untuk asesmen dan evaluasi tingkat kesiapan (kelengkapan dan kematangan) penerapan keamanan informasi berdasarkan kriteria SNI ISO/IEC 27001.

Asesmen indeks KAMI memotret parameter tata kelola, pengelolaan risiko, kerangka kerja, pengelolaan aset, dan aspek teknologi. Asesmen ini juga tidak ditujukan untuk menganalisis kelayakan atau efektivitas bentuk pengamanan yang ada, melainkan sebagai perangkat untuk memberikan gambaran kondisi kesiapan kerangka kerja keamanan informasi kepada pimpinan Instansi. 

Sebelumnya, pada pertengahan Mei 2020, Pusdatin Kemendikbudristek telah membentuk Education Computer Security Incident Response Team (EduCSIRT). Pembentukan ini untuk menangani insiden siber yang terjadi di instansi/unit kerja yang ada di Kemendikbudristek.

Baca: Nadiem Bangga 81% Satker Raih Predikat Memuaskan dan Sangat Baik Evaluasi SAKIP 2021



(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id