comscore

Tampil di Culture Ministers Meeting, G20 Orchestra Bawa 4 Misi Kemanusiaan

Citra Larasati - 07 Juni 2022 21:10 WIB
Tampil di Culture Ministers Meeting, G20 Orchestra Bawa 4 Misi Kemanusiaan
G20 Orchestra bakal tampil di Culture Ministers Meeting negara G20. Foto: Dok. Kemendikbudristek
Jakarta:  Pemerintah berusaha memperkenalkan budaya dan kearifan lokal dalam agenda penyelenggaraan Pertemuan G20. Untuk itu Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar Culture Ministers Meeting negara anggota G20 pada 12-13 September 2022 di kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Rangkaian kegiatan G20 menteri-menteri bidang kebudayaan yang dipimpin oleh Kemendikbudristek ini akan membawa semangat kebersamaan selaras dengan tema G20 Indonesia “Recover Together, Recover Stronger. 
Dalam rangkaian acara ini akan diisi dengan World Premier G20 Orchestra pada 12 September 2022, yang melibatkan musisi dari 20 Negara G20. Acara ini akan dipimpin langsung komponis sekaligus pianis Ananda Sukarlan, orang Indonesia pertama, dan satu-satunya, yang tercantum di 2000 Outstanding Musicians of the 20th century. 

Rencananya konser perdana G20 Orchestra ini akan mengusung beberapa tema, di antaranya bercerita tentang perang dunia pertama dan dampaknya. 

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid mengatakan,  G20 Orchestra ini tidak hanya memiliki misi kebudayaan dan persamaan gender tetapi juga memiliki empat misi kemanusian. 

“Empat misi kemanusiaan ini di antaranya penanaman budaya lokal atau kearifan lokal, merespons tantangan ekonomi, lingkungan, dan sosial dari pandemi, persiapan new normal dan  pengenalan strategi yang memastikan ekosistem budaya global yang adil dan merata,” kata Hilmar. 

Di forum G20 ini diharapkan kesetaraan dengan formasi gender equality menjadi pembuka mata serta trendsetter untuk orkestra-orkestra dunia, karena syarat 50-50 ini belum pernah diterapkan hingga  saat ini.

Perhelatan G20 Orchestra yang dipimpin Ananda Sukarlan ini, mengedepankan kesetaraan Gender, yang tercermin pada komposisi musisi yang terlibat di dalamnya. Anggota orkestra terdiri dari pria dan perempuan dengan perbandingan jumlah yang sama.

Formasi gender equality di G20 orchestra ini diharapkan menjadi pembuka mata serta trendsetter untuk orkes-orkes dunia, karena syarat 50-50 ini belum pernah diterapkan sampai saat ini.

Melalui komponis dan pianis Ananda Sukarlan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mendapuknya sebagai Pendiri dan Direktur artistik G20 Orchestra . 

Ananda Sukarlan didaulat sebagai "One of the world's leading pianists at the forefront of championing new piano music" menjadi tokoh diplomasi budaya, musisi Indonesia pertama yang diundang oleh Portugal.

Baca juga: Dulu Mahasiswa Termuda Kini Wisudawan Termuda Unpad, Ini Profil Rein Vidya
 

(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id