comscore

Kukuhkan 3 Profesor Baru, Rektor: Perkuat Pilar Unnes Sebagai Rumah Ilmu Pengembang Peradaban

Renatha Swasty - 09 Juni 2022 16:52 WIB
Kukuhkan 3 Profesor Baru, Rektor: Perkuat Pilar Unnes Sebagai Rumah Ilmu Pengembang Peradaban
Pengukuhan tiga guru besar Unnes. DOK Unnes
Jakarta: Universitas Negeri Semarang (Unnes) menambah jumlah profesor. Unnes mengukuhkan tiga profesor baru yang siap menjadi pilar baru rumah ilmu pengembang peradaban. 

Ketiganya, yakni Juhadi sebagai profesor dalam bidang Geografi Lingkungan dan Kebencanaan, Asih Kuswardinah dikukuhkan sebagai guru besar bidang Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, dan Dewi Selvia Fardhanti dikukuhkan sebagai profesor bidang Teknik Kimia.
Juhadi menyampaikan pidato mengenai Model Deteksi Dini Kerusakan Lahan Perbukitan-Pegunungan yang sangat relevan dengan kebutuhan dan kondisi bangsa Indonesia yang hidup pada daerah rawan bencana.

Asih Kuswardinah merumuskan konsep pendidikan kesejahteraan keluarga sebagai pembentuk karakter anak melalui lima strategi yaitu keteladanan, konsistensi, pembiasaan, pendisiplinan, dan komunikasi efektif.

Dewi Selvia Fardhanti tentang pirolisis biomassa menjadi bio oil sebagai upaya menciptakan bahan bakar alternatif yang terbarukan.

Rektor Unnes menyampaikan tiga profesor yang dikukuhkan memiliki kecemerlangan pada bidang masing-masing. Dengan kecemerlangan masing-masing itu ketiganya akan memperkuat pilar Unnes sebagai rumah ilmu pengembang peradaban.

Fathur menyampaikan mental kepeloporan pada diri profesor sangat dekat karakternya dengan mental penggerak bila diparalelkan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Fathur menyebut ada tujuh karakter mental penggerak yang layak diadaptasi dalam diri profesor.

Pertama, profesor pelopor dapat melihat kesulitan sebagai tantangan yang akan mendorong dirinya menjadi orang yang lebih baik. Kedua, profesor pelopor melihat masalah riil di kampus dan masyarakat sebagai kesempatan untuk mengasah kapabilitas.

Ketiga, profesor pelopor mampu memotivasi, mendorong, dan memfasilitasi rekannya untuk berkembang bersama. Keempat, profesor pelopor menyadari sekaligus termotivasi untuk terus belajar agar kompetensi akademik dan kepemimpinannya terus bertumbuh sesuai tantangan zaman.

Kelima, profesor pelopor menyadari kegagalan bukanlah akhir melainkan proses yang dibutuhkan menjadi pribadi yang lebih baik. Keenam, mau dan berani membagikan ilmu agar ilmu pengetahuan yang dimiliki memiliki manfaat seluas-luasnya.

Dan ketujuh, profesor pelopor memiliki kemampuan adaptif, menyadari mahasiswa, komunitas masyarakat, dan ilmu pengetahuan memiliki karakter yang berbeda dan mampu memilih pendekatan yang tepat untuk menyikapinya.

Baca: Kembangkan Obat Malaria dari Tanaman Herbal, Aty Dikukuhkan Sebagai Guru Besar di Unair


(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id