Legislator Minta Wacana Impor Rektor Asing Dievaluasi

    Anggi Tondi Martaon - 07 Agustus 2019 12:13 WIB
    Legislator Minta Wacana Impor Rektor Asing Dievaluasi
    Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian (Foto:Dok.DPR RI)
    Jakarta: Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian tegas menolak wacana mendatangkan rektor asing untuk memimpin perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.

    Wacana yang digaungkan oleh Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir itu dianggap tidak rasional jika alasannya ingin menaikkan peringkat PTN di tingkat internasional.

    "Saya jelas tidak setuju. Pak Menteri harus mengevaluasi kebijakan itu," kata Hetifah Sjaifudian, dikutip dpr.go.id, Rabu, 7 Agustus 2019.

    Ketimbang mengimpor rektor asing, pemerintah lebih baik menginventarisasi masalah. Jika masalahnya sudah diketahui, maka peningkatan kualitas bisa dilakukan untuk menaikkan ranking perguruan tinggi di tingkat internasional.

    "Yang menjadi persoalan apakah orangnya atau dukungannya yang kurang? Dukungan itu maksudnya adalah sistem dan ekosistem. Misalnya, dukungan anggaran, sarana dan prasarana," kata Hetifah. 

    Hetifah meragukan kehadiran rektor asing akan mampu meningkatkan kualitas dan peringkat PTN bila permasalahan tidak diselesaikan dan dukungan yang diberikan pun tidak maksimal. 

    "Jika ada rektor asing yang datang, kemudian anggarannya tidak ditambah, sarana-prasarana tidak ditambah, dosennya juga tidak ditingkatkan, saya tidak yakin orang asing itu bisa bekerja dengan kondisi yang ada," ucap Hetifah. 

    Wacana mengimpor rektor, kata Hetifah, malah akan mendatangkan masalah baru. Misalnya, menimbulkan efek psikologis dan kesenjangan sosial terhadap dosen atau rektor lokal.

    "Yang menjadi pertanyaan, apakah rektor asing mau digaji sesuai standar Indonesia? Itu harus dibahas juga. Apakah hal itu tidak menimbulkan kecemburuan sosial? Bahkan, bisa menjadikan dosen lain tidak bersemangat. Kalau hanya ada satu orang di universitas yang digaji sangat tinggi tapi yang lain tidak, efek psikologisnya sangat tidak baik," ujar Hetifah. 

    Sebelumnya diberitakan, Menristekdikti M Nasir melemparkan wacana mendatangkan rektor asing untuk memacu dosen Indonesia bersaing dengan pengajar dari luar negeri.  

    Nasir beralasan kompetisi antara dosen Indonesia dengan asing akan memicu daya saing. Tak hanya daya saing di dalam negeri, rektor asing dinilai mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia sehingga mampu bersaing dengan luar negeri. 



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id