Skor UTBK Kecil, Jangan Nekat Pilih Prodi Kedokteran

    Daviq Umar Al Faruq - 12 Juni 2019 20:04 WIB
    Skor UTBK Kecil, Jangan Nekat Pilih Prodi Kedokteran
    Kampus Universitas Negeri Malang, Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq.
    Malang:  Peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) diminta cermat dalam memilih program studi (prodi) dan PTN.  Prodi yang dituju juga harus realistis, dan sesuai dengan kemampuan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang telah dikantongi. 

    Wakil Rektor I Universitas Negeri Malang (UM), Budi Eko Soetjipto menyebutkan calon mahasiswa baru harus lebih cermat untuk menentukan prodi saat pendaftaran SBMPTN. Salah satunya dengan memperhatikan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

    "Kalau mau aman masuk UM, ya 650 skornya (UTBK). Itu prediksi saya, karena kita nggak punya data. Ini kan baru ujian pertama, kita hanya bisa prediksi saja. Skor 550 itu juga bisa lolos tapi lihat dulu prodinya yang mana, makanya harus hati-hatinya di sana," kata Budi di Malang, Rabu, 12 Juni 2019.

    Baca:  UM Siapkan 3.436 Kuota Calon Mahasiswa Baru di SBMPTN

    Budi menegaskan, apabila peserta memiliki nilai UTBK di bawah 550, kemungkinan besar peserta tidak lolos SBMPTN di UM. Oleh karena itu, dia mengimbau pula agar peserta dapat menyesuaikan skor nilai UTBK dengan perguruan tinggi dan prodi yang hendak dipilih.

    "Paling aman ya 600 untuk semua prodi. Tapi jangan ambil prodi Kedokteran, cari yang lain. Skor 600 memang tinggi tapi jangan ambil Kedokteran. Atau mungkin coba cari perguruan tinggi yang di bawah UM," ungkapnya.

    Budi menambahkan, bagi para calon mahasiswa yang memiliki hasil UTBK kecil tetap bisa mendaftar di UM. Hanya saja, calon mahasiswa tersebut hanya bisa memilih prodi yang memiliki daya saing kecil.

    "Seperti S1 Mandarin, S1 Bahasa Jerman misalnya. Di beberapa jurusan itu peminatnya bukannya sedikit, tetapi keketatannya agak longgar," bebernya.

    Namun jika mengambil prodi Akuntansi atau Manajemen bisa-bisa peluangnya cuma dua persen. Atau dari 100 pendaftar hanya dua yang diterima.  "Prodi Farmasi juga berat, peminatnya nomor satu se-Indonesia tahun kemarin, prodi Informatika juga," imbuhnya.

    Sementara itu, Rektor UM, Rofi’uddin, calon mahasiswa baru bisa melihat mana saja prodi yang kurang ketat persaingannya jika punya nilai yang pas-pasan. ”Jika skornya tak terlalu tinggi, maka jangan memilih prodi yang kira-kira perlu skor tinggi. Misalkan jurusan Kedokteran,” kata dia. 

    Saat ini, diakuinya belum ada standar nilai per prodi, karena pelaksanaan UTBK dalam SBMPTN kali ini tergolong baru. Jika pun ada pihak-pihak yang mengeluarkan daftar prodi dan minimal skor agar bisa lolos prodi yang diinginkan, bisa dipastikan itu bukan info resmi dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

    "Memang banyak beredar perkiraan-perkiraan skor ke prodi tertentu. Tapi yang jelas perguruan tinggi tidak pernah mengeluarkan data itu. Semua pendaftaran juga dilaksanakan secara online oleh peserta yang ingin ikut SBMPTN,” pungkasnya.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id