Rotasi, Guru Juga Kena Sistem Zonasi

    Rendy Ferdiansyah - 28 Agustus 2018 13:53 WIB
    Rotasi, Guru Juga Kena Sistem Zonasi
    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq.
    Jakarta:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana menggunakan sistem zonasi sebagai rujukan dalam merotasi guru untuk pemerataan di seluruh Tanah Air.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan, selain zonasi untuk siswa, pemerintah juga akan menerapkan sistem zonasi untuk guru, sehingga akan terpetakan distribusi guru di sekolah mana yang menumpuk, dan mana yang kekurangan guru.

    "Tidak ada lagi sekolah yang 100 persen punya guru PNS (pegawai negeri sipil), dan sekolah yang hanya punya satu guru pns.  Harus merata dibagi, yang mana bersertifikat, belum bersertifikat, guru honorer bersertifikat dan belum, dibagi secara merata di masing-masing zona," Kata Muhadjir saat berkunjung ke Bangka Belitung.

    Zonasi bagi guru, lanjutnya dilakukan rotasi berdasarkan tour of duty, dan tour of area sesuai UU ASN (Aparatur Sipil Negara), di mana guru berada di tempat pengabdian selama 2-5 tahun, dan harus ada rotasi kalau sudah melebihi angka tersebut.

    "Jadi guru kalau sudah 2 sampai 5 tahun itu harus ada rotasi. Kemudian ada wilayah 3T (terpencil, terpinggir, dan terluar), semua guru wajib pernah punya pengalaman di daerah itu," ujar mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu.

    Baca: Mendikbud Merotasi Sementara Guru Terdampak Gempa

    Disinggung soal mutasi ini, Muhadjir menegaskan bahwa sebagai abdi negara, guru harus profesional, dan bersedia ditempatkan di mana saja.  "Salah satu tugas profesional guru itu harus selalu meningkatkan kemampuan, dan pengalaman, kalau enggak pindah, pengalaman enggak nambah,"  tuturnya.

    Sementara, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pemprov Babel, M. Soleh menegaskan, bahwa Pemprov Babel akan menunggu aturan dari Kemendikbud terkait penetapan zonasi bagi guru di Provinsi Babel.

    "Zonasi guru ini perlu disosialisasikan dan belum seluruh daerah melaksanakan mutasi sesuai zonanya, ini kan baru mau disiapkan rancangan 2-5 tahun, kita tunggu dulu aturannya bagaimana, kalau saat ini baru sebatas sosialisasi," kata Soleh.

    Soleh menyebutkan, Mendikbud menginginkan guru juga diterapkan sistem zonasi yang merata bukan hanya zonasi siswa.  Sehingga penumpukan guru yang selama ini terjadi bisa dibagi-bagi, baik yang sudah tersertifikasi maupun yang belum, demikian juga yang honor.

    "Tujuannya untuk pemerataan, tetapi nanti akan diperjelas melalui aturan dari kementerian," imbuhnya.

    Ia melihat, pembagian guru ini nanti akan diterapkan berdasarkan tour of duty, melihat dalam dua sisi, kebutuhan sekolah terhadap guru kemudian pendistribusian yang menyesuaikan kebutuhan guru.

    "Mana yang bisa dimutasi, kalau enggak ada ambil dari luar, kita akan lihat ini nantinya," ujar Soleh.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id