Kalbe Dorong Hilirisasi Riset Bidang Kesehatan

    Siti Yona Hukmana - 03 Mei 2018 15:58 WIB
    Kalbe Dorong Hilirisasi Riset Bidang Kesehatan
    Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Vidjongtius

    Jakarta: PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe ) mendorong sinergitas antara akademisi, industri dan pemerintah untuk bersama-sama mewujudkan hilirisasi hasil riset dan penelitian yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.

    Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Vidjongtius mengatakan, Kalbe menggandeng Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk meluncurkan program Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA) 2018. Program ini merupakan, pengembangan penelitian melalui pemberian dana penelitian kesehatan, farmasi, pangan fungsional, teknologi informasi dan life science.

    "Kita memerlukan sinergi yang harmonis antara semua elemen bangsa, khususnya akademi, industri dan pemerintah agar mampu bersaing sekaligus mewujudkan hasil penelitian yang memiliki nilai tinggi secara komersial dan bermanfaat bagi masyarakat luas," ujar Vidjongtius, di Aula Gedung D, Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Mei 2018.

    Vidjongtius mengatakan, program ini difokuskan pada pendanaan penelitian dalam bidang kasehatan bagi para peneliti Indonesia di 2018. Bidang kesehatan tersebut meliputi tiga kategori, yaitu farma, biofarma dan sel punca. Kategori dua, bidang e-health, alat kesehatan, diagnostik dan terakhir bidang makanan dan minuman kesehatan, produk bahan alam.

    "Total dana penelitian akan diberikan kepada 3 sampai 5 proposal terpilih, dengan nilai mencapai Rp 1,5 milyar," ucap Vidjongtius.

    Dalam proses seleksi proposal, penelitian akan dibagi menjadi dua, yakni pra proposal dan presentasi proposal. "Penilaian proses pra proposal meliputi tujuan penelitian, abstraksi,
    timeline, budget dan tahapan penelitian," jelasnya.

    Sedangkan pada proses presentasi proposal, peneliti harus mempresentasikan proposalnya meliputi faktor kesesuaian dengan pra proposal, detail penelitian (latar belakang, metode, hipotesa), hasil yang diharapkan, detail budget dan detail timeline. "Dari proposal yang terpilih akan dilakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan," terangnya.

    Acara peluncuran RKSA 2018 ini diselenggarakan bersamaan dengan diskusi bertema Strategi Hilirisasi Hasil Penelitian Untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat. Vidjongtius memastikan akan terus menumbuhkan budaya inovasi dalam ilmu pengetahuan.

    "Kalbe percaya bahwa inovasi dan penelitian adalah kunci penting bagi kemajuan bangsa, dan Kalbe akan terus berkomitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menumbuhkan budaya inovasi," ungkap Vidjongtius.

    Vidjongtius menjelaskan, RKSA diselenggarakan dua tahun sekali oleh Kalbe sejak 2008. Menurutnya RKSA adalah program apreasiasi bagi para peneliti di Indonesia




     



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id