Rektor Unej Ingatkan Mahasiswa, Relaksasi UKT Hanya Sementara

    Antara - 23 Juni 2020 10:10 WIB
    Rektor Unej Ingatkan Mahasiswa, Relaksasi UKT Hanya Sementara
    Pimpinan Unej bertemu dengan perwakilan BEM dan DPM dalam audiensi kebijakan pendidikan di tengah pandemi covid-19. Foto: Unej/Humas
    Jember:  Rektor Universitas Jember Iwan Taruna mengingatkan kepada para mahasiswa di kampusnya bahwa kebijakan relaksasi pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang diterapkan akibat pandemi covid-19 ini hanya sementara atau situasional.

    "Kebijakan relaksasi UKT ini bersifat sementara selama pandemi covid-19, karena jika suasana sudah membaik, maka UKT akan kembali seperti semula," kata Rektor Universitas Jember (Unej) Iwan Taruna dalam audiensi yang dilakukan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) tingkat universitas dan fakultas di Gedung Rektorat Unej, Senin, 22 Mei 2020.

    Pada kesempatan itu, Iwan juga meminta pengurus BEM untuk ikut mengawasi, sehingga kebijakan relaksasi pembayaran UKT bagi mahasiswa yang orang tuanya terdampak covid-19 itu dapat tepat sasaran. 

    Rektor menyampaikan, bahwa mahasiswa Unej yang mendapat relaksasi pembayaran UKT bertujuan untuk meringankan beban orang tua mahasiswa yang tengah kesulitan ekonomi akibat terdampak pandemi covid-19.

    "Relaksasi berupa pergeseran kelompok UKT, mengangsur UKT, dan menunda UKT," katanya.

    Baca juga:  IPB Rutin Beri Keringanan UKT Tiap Semester

    Audiensi itu diadakan dalam rangka membahas kebijakan terbaru yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim bagi mahasiswa di masa pandemi covid-19.

    Ada empat hal yang dibahas dalam audiensi itu, yakni UKT bagi mahasiswa di masa pandemi covid-19, UKT bagi mahasiswa yang tengah menempuh tugas akhir, transparansi anggaran penanganan covid-19 dan kejelasan paket bantuan data bagi mahasiswa Unej.

    "Rencananya tata cara pergeseran kelompok UKT, cara mengangsur UKT, dan penundaan UKT akan disebarluaskan kepada mahasiswa. Harapannya kebijakan relaksasi UKT ini dapat meringankan beban mahasiswa terdampak covid-19," tuturnya.

    Sementara bagi mahasiswa yang sudah melakukan seminar proposal tugas akhir dan tengah mengerjakan tugas akhir, kata dia, maka bebas dari kewajiban membayar UKT sesuai ketentuan.

    Terkait anggaran penanganan pandemi covid-19 di Kampus Unej, Iwan Taruna menyebutkan kampusnya menerima dana Rp500 juta dari Ditjen Dikti Kemendikbud yang kemudian akan dikelola oleh Pos covid-19 Unej untuk kegiatan pencegahan dan sosialisasi penanganan covid-19 di lingkungan kampus.

    "Khusus bantuan paket data bagi mahasiswa, Unej berkomitmen akan tetap memberikan bantuan paket data selama masa perkuliahan daring," ujarnya.

    Temuan di lapangan, kata dia, jika ada mahasiswa yang belum menerima, biasanya disebabkan data yang disetor ternyata salah sehingga proses transfer terkendala. Oleh karena itu, dalam proses pemberian paket data di tahapan selanjutnya Unej memilih bekerja sama dengan provider paket data sesuai anjuran Irjen Kemendikbud.

    Sementara Ketua BEM Unej, Ahmad Fairuz Abadi mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan pihak rektorat, guna membahas mengenai kondisi mahasiswa di saat pandemi covid-19.

    "Dengan adanya kebijakan baru dari Kemendikbud ini, maka Kami menginginkan pertemuan dengan tatap muka agar diskusi lebih terarah.  Karena empat hal yang dibahas tadi paling banyak ditanyakan oleh kawan-kawan mahasiswa," katanya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id