Nadiem Dengarkan Curhatan Guru Soal Pembelajaran Jarak Jauh

    Ilham Pratama Putra - 30 Juli 2020 12:40 WIB
    Nadiem Dengarkan Curhatan Guru Soal Pembelajaran Jarak Jauh
    Mendikbud, Nadiem Makarim saat berdialog dega guru di SMP Al Ghazaly, Bogor. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
    Bogor:  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengunjungi beberapa sekolah di kabupaten dan kota Bogor.  Ia menampung keluh kesah dan mendengarkan curahan hati (curhat) para guru yang menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

    Seorang guru Bimbingan Konseling SMP Al Ghazaly, Kota Bogor Tengah, Siti Sadiyah menyampaikan, jika dirinya kesulitan dalam memenuhi kebutuhan kuota internet karena biayanya yang mahal. Selain itu dia mulai kelelahan, harus selalu memantau gawainya nyaris 24 jam.

    Nadiem, meminta para guru di SMP itu bersabar.  Sebab ia juga ingin siswa segera kembali masuk ke sekolah. 

    "Saya sangat setuju dan simpatik dengan apa yang ibu guru sampaikan. Prioritas kami, bagaimana kami mengembalikan siswa ke sekolah secepat mungkin dan seaman mungkin. Keselamatan dan kesehatan siswa juga menjadi perhatian kami," ujar Nadiem di SMP Al Ghazaly, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 30 Juli 2020.

    Baca juga:  Nadiem Pinjam Laptop Guru, Sapa Siswa Sedang Belajar Daring

    Nadiem mengakui, kondisi infrastruktur masih menjadi kendala yang sangat besar. PJJ juga dikhawatirkan Nadiem dapat mempengaruhi kondisi mental para pelajar.

    Nadiem meminta dalam hal ini, guru jangan terlalu menyalahkan diri sendiri. Sebab membangun pendidikan merupakan kegiatan gotong royong antara guru, sekolah, dan orang tua.

    "Jadi terakhir adalah kembali lagi ke peran orang tua. Program-program PJJ sukses bukan hanya guru dan sekolahnya, tapi orang tua mana yang berpartisipasi," ungkap Nadiem.

    Baca juga:  Nadiem Tinjau Sekolah Zona Oranye di Wilayah Bogor

    Nadiem juga menegaskan, jika kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini sejatinya bukanlah kebijakan pemerintah. Namun, kebijakan ini merupakan keterpaksaan akibat adanya pandemi covid-19.

    "Jadi PJJ itu bukan kebijakan pemerintah. PJJ itu kita terpaksa karena pilihannya antara ada pembelajaran atau tidak ada pembelajaran sama sekali karena krisis kesehatan," pungkas Nadiem.


    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id