Sejumlah Daerah Larang Siswanya Rayakan Valentine

    Octavianus Dwi Sutrisno, Antonio - 14 Februari 2020 17:51 WIB
    Sejumlah Daerah Larang Siswanya Rayakan Valentine
    Ilustrasi. Foto: MI/Angga Yuniar
    Bekasi:  Dinas Pendidikan (Disdik) di sejumlah daerah mengeluarkan larangan bagi pelajar di wilayahnya untuk merayakan hari Kasih sayang atau Valentine Day.  Larangan tersebut disampaikan, salah satunya karena Hari Valentine dinilai bukan bagian dari budaya Indonesia.

    Kota Bekasi misalnya, melarang seluruh siswanya untuk merayakan hari kasih sayang yang disampaikan melalui surat edaran ke seluruh sekolah yang ada di Kota Bekasi.   Surat edaran itu dikeluarkan menyusul adanya surat edaran dari Disdik Jawa Barat. "Kita meneruskan apa yang menjadi imbauan Disdik Jabar, kami kan kewenangannya ke SD dan SMP kita sebar ke sana, untuk SMA dari provinsi sudah disebar juga surat edaran," kata Kepala Disdik Kota Bekasi Inayatullah, di Bekasi, Kamis, 13 Februari 2020.

    Terdapat beberapa poin pada surat edaran larangan untuk melarang hari Valentine. Yakni,  melarang peserta didik untuk merayakan Valentine day baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

    Kedua, agar seluruh guru, orang tua/wali siswa untuk tetap mengawasi putra-putrinya agar tidak merayakan Valentine day. Selanjutnya yang ketiga, menanamkan sikap dan perilaku karakter atau kepribadian dalam lingkungan sekolah. 

    Keempat, agar seluruh perangkat untuk melestarikan nilai-nilai luhur di lingkungan sekolah. Dan yang terakhir, mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap kegiatan dimaksud. 

    "Surat edaran (larangan valentine) sudah setiap tahun, jadi tujuannya agar lebih mengedepankan pendidikan karakter, karena Valentine juga bukan budaya kita," kata Inay.

    Larangan Senada

    Larangan senada juga disampaikan Pemerintah Kota Depok kepada seluruh pelajar melalui surat edaran bernomor 42I/937 /ll/ Peb. SM P/2020.  "Larangan ini, sudah kami sebarkan ke seluruh sekolah," Ucap Kepala Dinas Pendidikan Depok Mohammad Thamrin.

    Thamrin menuturkan dalam surat edaran itu disebutkan bahwa Valentines day bertentangan dengan norma agama, sosial, dan budaya.  Sehingga kegiatan tersebut ke depannya akan menghalangi tujuan dari para pendidik untuk membangun karakter pelajar yang berakhlak mulia. 

    "Kami mohon perhatian guru maupun kepala sekolah untuk mengambil langkah, dalam mengimbau peserta didik untuk tidak merayakan Valentines Day, baik di dalam maupun diluar lingkungan sekolah, " bebernya.

    Selain itu juga, Thamrin mengintruksikan para pengawas untuk mengawasi kegiatan peserta didik masing masing di tiap sekolah. Supaya kata dia, hal hal yang negatif tidak terjadi kepada peserta didik. 

    "Kami juga mengimbau agar kepala sekolah, guru, dan komite sekolah untuk menanamkan sikap dan perilaku serta karakter dengan melestarikan nilai nilai luhur budaya bangsa Indonesia," jelasnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id