Nadiem: Indonesia Butuh Banyak Guru Penggerak

    Antara - 24 Juni 2020 20:05 WIB
    Nadiem: Indonesia Butuh Banyak Guru Penggerak
    Mendikbud Nadiem Makarim. Dok Medcom
    Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan Indonesia membutuhkan banyak guru penggerak agar kualitas pendidikan semakin meningkat. Terlebih, di tengah situasi pandemi virus korona (covid-19).

    "Dengan adanya krisis selama pandemi covid-19 ini, kesenjangan antara daerah dan kota-kota dan kesenjangan sosio ekonomi malah lebih terpisah lagi ya, kesenjangan itu menjadi lebih besar dengan adanya disparitas digital seperti ini," ujar Nadiem dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020.

    Menurut dia, kesenjangan yang ada bukan hanya tanggung jawab Kemendikbud. Seluruh pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta harus bisa menutup kesenjangan itu dengan cara yang proaktif.

    "Kita harus bahu-membahu untuk menyadari bahwa tidak semua daerah sama. Ada begitu banyak keberagaman, begitu banyak kearifan lokal, begitu banyak perbedaan budaya dan juga perbedaan sosio ekonomi yang harus kita faktorkan. Tidak bisa hanya suatu sistem atau standar yang sama," jelas dia.

    Kemendikbud pun mengaplikasikannya sebagai keberagaman dalam standar pencapaian. Nadiem mengatakan, seluruh elemen bangsa harus mencintai keberagaman budaya yang ada.

    "Kita harus mencintai keberagaman dalam sisi standar pencapaian dan kurikulum juga. Dan inilah suatu paradigma baru yang akan kita majukan bersama," ucap Nadiem.

    Baca: Kemendikbud Akui Adanya Penurunan Jumlah Pendaftar PAUD

    Sebelumnya, Kemendikbud menyelenggarakan lomba menulis surat untuk Mendikbud dengan tema "Hikmah Hari Kemenangan di Masa Pandemi, Surat untuk Mas Menteri Nadiem Makarim" yang diselenggarakan pada 11 hingga 17 Mei 2020.

    Pada lomba tersebut, surat paling inspiratif kategori guru ditulis oleh Santi Kusuma Dewi dari SMP Islam Baitul Izzah, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan Maria Yosephina Morukh dari SD Kristen Kaenbaun, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.

    Santi melakukan pembelajaran dengan menggunakan teknologi di antaranya mengajarkan coding (meski dirinya adalah guru Bahasa Inggris) serta menggunakan Google Earth untuk mengajak muridnya keliling dunia. Sedangkan Maria mengunjungi lima rumah muridnya dalam sehari untuk memberikan pembelajaran.

    Bagi Nadiem, Santi dan Maria merupakan guru penggerak. "Saya tidak harus melakukan suatu asesmen untuk mengetahui itu. Ibu Maria dan Ibu Santi ini dari jawabannya, dari visinya, dari passion-nya, itu adalah guru penggerak, dan andalah yang kita butuhkan di seluruh penjuru negara kita," kata Nadiem.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id