Nadiem Minta Dinas Pendidikan Buat Pedoman Pembelajaran Daring

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 20 Maret 2020 16:46 WIB
    Nadiem Minta Dinas Pendidikan Buat Pedoman Pembelajaran Daring
    Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
    Jakarta:  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim meminta agar Dinas Pendidikan di masing-masing daerah yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) segera membuat pedoman pembelajaran daring.  Ini tak lepas dari banyaknya keluhan guru yang dinilai keliru memahami konsep pembelajaran daring saat siswanya belajar di rumah.

    “Bisa diatur lebih lanjut detail prosedurnya, mekanismenya. Apa-apa saja yang menjadi hak dan tanggung jawab masing-masing. Sehingga ada kejelasan dan tidak terjadi kebingungan. Pemda perlu konsisten memberikan arahan mengenai hal ini,” kata Nadiem dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020.

    Nadiem menjelaskan, untuk pedoman pembelajaran daring, masing-masing daerah bisa menyesuaikan dengan kondisi ataupun situasi yang ada.  Hal ini agar daerah tidak terbebani dalam implementasinya.

    "Bisa jadi pedoman tersebut tidak sama untuk antarjenjang, antarprogram atau antarwilayah," ujarnya.

    Baca juga:  KPAI Kebanjiran Aduan tentang Keluhan Belajar Daring

    Mendikbud juga berharap guru benar-benar disiplin dengan tidak pergi ke sekolah. Pembelajaran daring, kata dia, bisa dilakukan di rumah dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

    "Saya mendengar banyak tenaga pengajar yang masih beraktivitas normal. Saya tekankan, aktivitas bekerja, mengajar, atau memberi kuliah bisa tetap dilakukan dari rumah dengan memanfaatkan teknologi," ungkapannya.

    Tercatat pada Kamis 19 Maret 2020 sudah ada 166 pemerintah daerah yang meniadakan aktivitas tatap muka di satuan pendidikannya. Sementara untuk perguruan tinggi sebanyak 832 baik negeri maupun swasta.

    Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima 51 aduan dari siswa yang berisi tentang keluhan dalam mengikuti sistem belajar online atau belajar daring. Aduan dari berbagai daerah itu mengeluhkan beratnya penugasan dari guru.
     
    "Harus dikerjakan dengan deadline yang sempit, padahal banyak tugas yang harus dikerjakan segera juga dari guru mata pelajaran yang lain," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam keterangannya, Kamis, 19 Maret 2020.
     
    Pengaduan berasal dari berbagai daerah dan jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA maupun SMK. Adapun wilayah para pengadu di antaranya dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Tangerang dan Tangerang Selatan




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id