Kemenristek Bentuk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 26 Maret 2020 15:32 WIB
    Kemenristek Bentuk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19
    Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro. Foto: Tangkapan Layar Video Conference.
    Jakarta:  Kementerian Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Kemenristek (Kemenristek/BRIN) telah membentuk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19.  Konsorsium ini bertujuan untuk membantu tim Gugus Tugas Nasional Penanganan Covid-19.

    “Seluruh tim peneliti Kemenristek/BRIN sedang bekerja keras untuk membantu mencegah, mendeteksi, dan merespons secara cepat penyakit covid-19,” jelas Menristek/BRIN, Bambang Brodjonegoro dalam konferensi pers secara daring, di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.

    Di antaranya dengan menemukan alat deteksi atau diagnosa, suplemen, obat, hingga vaksin untuk pasien covid-19. "Ada juga target jangka pendek, menengah, dan panjang yang harus dicapai," imbuh Bambang.

    Konsorsium ini, terang Bambang, terdiri dari lembaga Litbang Jirap (Penelitian, pengembangan, pengkajian dan Penerapan), termasuk dari lembaga pemerintah nonkementerian (LPNK).  Yakni Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), dan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.

    Selain itu juga di dalamnya ada perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Airlangga.  Selain itu juga melibatkan para peneliti diaspora Indonesia di luar negeri.

    Baca juga: Rp405 Miliar Anggaran UN Dialihkan untuk Penanganan Korona

    Ada juga sektor industri farmasi seperti PT Biofarma dan PT SOHO.  “Dari semua kegiatan ini yang paling penting adalah kita melibatkan kerja sama antara PT (perguruan tinggi) dan LPNK dan Kemenristek mendukung, dengan pengalokasian penganggaran Kemenristek," terangnya.

    Bambang menyebut, untuk pendanaan konsorsium ini diambil dari realokasi anggaran Kemenristek/BRIN, untuk tahap pertama senilai Rp20 miliar. Dana sebesar itu sesuai dengan kebutuhan tim.

    "Yang sesuai instruksi Presiden sudah kami realokasi dari belanja rutin, khususnya belanja perjalanan dinas untuk mendanai kegiatan Litbang Jirap yang dilakukan oleh konsorsium covid-19 ini,” jelasnya.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id