Tak Ada UN, Serang Pakai Ujian Sekolah Tentukan Kelulusan Siswa

    Antara - 18 Februari 2021 20:54 WIB
    Tak Ada UN, Serang Pakai Ujian Sekolah Tentukan Kelulusan Siswa
    Ilustrasi. Foto: MI/Adi Kristiadi
    Serang: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ujian Nasional (UN) dan ujian kesetaraan 2021 ditiadakan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Banten pun menggunakan metode penilaian ujian sekolah untuk menentukan kelulusan peserta didik.

    "Untuk merujuk dalam kebijakan Kemendikbud dalam meniadakan UN ini maka Kota Serang akan melaksanakan standarisasi dengan menggunakan ujian sekolah," kata Kepala Dindikbud Kota Serang, Wasis Dewanto di Serang, Kamis, 18 Februari 2021.

    Ketentuan itu dilakukan sesuai dengan surat edaran (SE) Kemendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 di Indonesia. Sebagai pengganti UN, pihaknya menerapkan sistem penilaian tersebut melalui hasil nilai penugasan, nilai rapor dan nilai tes jarak jauh selama pandemi covid-19.

    "Jadi sekolah boleh menentukan nilai yang dicapai siswanya. Baik itu hasil tes, portofolio atau prestasi anak dalam menjalankan tugas-tugas sekolah, atau melaksanakan ujian sekolah dengan melaksanakan protokol kesehatan covid-19," ujarnya.

    Baca: 159.645 Siswa Selesai Daftar SNMPTN Per 17 Februari

    Ia mengatakan, untuk kenaikan kelas siswa SD dan SMP ditentukan berdasarkan nilai ujian akhir semester dalam bentuk portofolio maupun tes jarak jauh. Sedangkan, untuk kelulusannya didasari oleh nilai pada semester akhir dan semester genap.

    "Karena kiki-kisi yang akan di keluarkan oleh kami itu sebagai rambu-rambu juga, dikhawatir nanti ada guru yg tidak merujuk di tengah pandemi covid-19 dalam penyederhanaan kurikulum ini," kata Wasis.

    Ia mengungkapkan pembelajaran jarak jauh yang selama ini diterapkan, memberikan banyak tantangan bagi guru maupun siswa saat akan memberikan penilaian. Sehingga, saat ini pihaknya harus melakukan upaya penyederhanaan kurikulum guna memastikan agar nilai yang akan diberikan benar-benar mencerminkan kemampuan peserta didiknya.

    "Untuk kurikulum yang diajarkan adalah kurikulum penyesuaian. Artinya kurikulum yang betul-betul dipilih dengan sedemikian agar tidak membebani siswa," terang Wasis.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id