Srikandi UGM Buka Dialog Terkait Pemulihan Ekonomi Pascapandemi

    Arga sumantri - 20 November 2020 21:38 WIB
    Srikandi UGM Buka Dialog Terkait Pemulihan Ekonomi Pascapandemi
    Dialog yang digelar Srikandi UGM tentang upaya pemulihan ekonomi pascapandemi. Dok Srikandi UGM
    Jakarta: Serikat Mahasiswa untuk Indonesia Universitas Gadjah Mada (Srikandi UGM) menggelar diskusi bertajuk 'Upaya Strategis Pemulihan Ekonomi Nasional Pascapandemi Covid-19 Pada Sektor Pertambangan'. Ini merupakan respons atas kondisi krisis ekonomi, utamanya menyoal resesi yang baru-baru ini menimpa Indonesia.

    "Pemerintah kemudian mengesahkan Omnibus Law sebagai solusi yang mereka tawarkan dalam menjawab lesunya ekonomi," ujar penanggung jawab diskusi Subhi Azmi, Jumat, 20 November 2020.

    Ia menambahkan, diskusi ini juga dapat menjadi alternatif pencerdasan publik, utamanya terkait substansi omnibus law Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Dia berharap publik dapat melihat pula potensi atau sisi positif dari undang-undang sapu jagat tersebut.

    Hadir menjadi pembicara yakni Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF), Singgih Widagdo. Dalam pemaparannya, Singgih menegaskan beberapa potensi atau nilai positif dari Omnibus Law untuk pemulihan ekonomi, terutama dalam hal pertambangan.

    Baca: Pendidikan Tinggi Vokasi Bertanggung Jawab Hasilkan Lulusan Berkualitas

    Menurut Singgih, melalui omnibus law Cipta Kerja, negara dapat mengatasi banyak masalah dalam pertambangan. Utamanya, kata dia, terkait macetnya hilirisasi saat ini. "Kondisi ini (masalah dalam pertambangan) perlu diatasi, dan UU Cipta Kerja diletakkan untuk mengubahnya", ujar Singgih.

    Singgih menambahkan, hilirisasi mampu mempercepat batubara sebagai economic booter, dibanding saat ini sebatas revenue driver. Ia juga percaya bahwa hal ini juga dapat mempercepat penyerapan tenaga kerja.
     
     

    Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Kebumen Muhammad Faukhan juga senada. Menurut dia, selain sebagai suatu terobosan dalam hukum, UU Cipta Kerja juga memiliki dampak positifnya.

    Ia mencontohkan, harga saham batu bara dalam sepuluh tahun terakhir mempunyai pola khas, yakni ada saat-saat tertentu harga saham bisa menanjak naik. Dengan demikian, menurut Faukhan, UU Cipta Kerja dapat membuat harga saham batu bara naik karena perbaruan regulasi, dan tentu ada peluang untuk menikmatinya.

    "Namun, tetap perlu adanya sinergitas antara pemerintah, korporat, dan ilmuwan yang membuat pertambangan menjadi ramah lingkungan dan berdampak signifikan terhadap ekonomi," kata Faukhan.

    Baca: Nilai Humanisme Disebut Telah Luntur pada Era Digital

    Sementara itu, Menteri Sosial Kreatif BEM KM UGM 2020 Debora Natasia menilai UU Cipta Kerja berpotensi membahayakan lingkungan hidup. Aturan sapu jagat itu disebut mereduksi prinsip kehati-hatian dalam lingkungan. 

    "Dengan cara mengganti izin lingkungan dengan persetujuan lingkungan yang hanya sekadar justifikasi dalam upaya pengajuan usaha," papar Debora.

    Debora menambahkan, meskipun di dalamnya membawa narasi mengenai pemulihan ekonomi, pemerintah seharusnya fokus bukan hanya ke pengusaha saja. Namun, juga dengan rakyat secara luas.

    Hal ini juga diafirmasi oleh peneliti muda Institute of Governance and Public Affairs, Arif Novianto. Arif menilai UU Cipta Kerja masih punya banyak kelemahan yang harus diperbaiki. Kendati, omnibus law itu digadang-gadang jadi terobosan hukum dan diklaim sebagai solusi lesunya ekonomi.

    (AGA)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id