Untar Berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition ke-35

    Citra Larasati - 17 November 2020 18:55 WIB
    Untar Berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition ke-35
    FGD bertema “Hasil Penelitian Pengembangan Design Furniture Ukir Kayu Di Jepara Indonesia”.Foto: Zoom
    Jakarta:  Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara (LPPM Untar) melalui Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition ke-35.  Pameran tersebut digelar oleh Kementerian Perdagangan pada 10-16 November 2020. 

    Pameran kali ini mengangkat tema “Development of Wood Carving Furniture Designs in Jepara”.
    Dalam pembukaannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan, bahwa pada esensinya, nilai daya saing sangat bergantung pada kualitas, kreativitas, desain, teknologi, inovasi, dan kekuatan untuk menangkap peluang.

    FSRD Untar melanjutkan Virtual Exhibition ini dengan Virtual Forum Group Discussion (FGD) bertema “Hasil Penelitian Pengembangan Design Furniture Ukir Kayu Di Jepara Indonesia” yang terbagi menjadi dua sesi yakni nasional dan internasional.

    Untuk FGD nasional diadakan pada Sabtu 14 November 2020, mengundang para reviewer yang terdiri dari berbagai kalangan seperti praktisi senior pasar furniture ekspor dari Solo Murwat, akademisi desain dan arsitek dari Jepara Ariyanto.  Kemudian praktisi bisnis furnitur kayu dari Jakarta Ade Firman, praktisi bisnis dan arsitek Bali Restu Agus Pidekso, serta praktisi industri furnitur ekspor dari Jepara Jamhari.

    Kemudian tokoh senior dan pakar ukir kayu dari Jepara Soekarno, pakar industri furniture rotan ekspor dari Cirebon Djaso Saputra, serta pakar mebel ukir kayu Indonesia dari ISI Yogyakarta, Gustami. 

    Rektor Untar, Agustinus Purna Irawan menyampaikan, bahwa kegiatan ini sangat baik karena mendukung pengembangan industri, khususnya furniture di Indonesia. Menurutnya, produk furniture ke depan harus melihat tantangan pasar dengan para konsumen kaum millenial maupun post-millenial.

    "Hal ini menjadi kontribusi positif dari Untar untuk dapat ikut serta memikirkan bagaimana pengembangan furniture dan seni ukir kayu dari Jepara dan bagaimana pengelolaan bisnisnya," terang Agustinus.

    Kontribusi ini penting, karena mempertahankan budaya bangsa, produk lokal yang berkualitas dan agar karya ini dapat dinikmati berbagai kalangan.  Selain itu tentu saja bernilai ekonomi yang tinggi, serta bernilai edukasi baik dari segi budaya, seni maupun tradisi.

    Baca juga:  Prodi Teknik Sipil UK Maranatha Raih Akreditasi A

    Eddy Supriyatna sebagai salah satu peneliti desain kayu ukir Jepara menyampaikan, tujuan dari FGD ini adalah untuk mendapatkan review, masukkan dan saran dari khalayak, buyers, pakar, pelaku usaha, dan akademisi tentang kelayakan desain, pasar, dan produk yang dipamerkan.

    Hasil dari FGD nasional ini akan dijadikan panduan bagi pengembangan desain dan digunakan sebagai studi desain yang dapat dimanfaatkan dalam dunia akademik, bisnis industri serta kebijakan pemerintah.

    Dari sudut pandang praktisi senior pasar furnitur ekspor, Murwat menilai produk knock-down yang dipamerkan oleh tim peneliti Untar menjadi selling-point tersendiri, termasuk rest-stool yang terbuat dari kayu dan rotan karena kombinasi keduanya sedang menjadi tren saat ini.

    “Pasarnya akan sangat luas, untuk carving sendiri kembali pada preference buyer, hal ini bisa menyesuaikan agar dapat dikembangkan menjadi lebih baik," tutupnya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id