Tim Uji Klinis: 25 Relawan Vaksin Sinovac Positif Covid-19

    Ilham Pratama Putra - 22 Januari 2021 16:56 WIB
    Tim Uji Klinis: 25 Relawan Vaksin Sinovac Positif Covid-19
    Ketua Tim Riset Uji Klinis Fase 3 vaksin covid-19 Unpad, Kusnandi Rusmil. Foto: Dok. Unpad


    Jakarta: Ketua Tim Riset Uji Klinis Fase 3 vaksin covid-19 Universitas Padjadjaran (Unpad) Kusnandi Rusmil mengonfirmasi 25 orang relawan vaksin yang positif covid-19. Namun dia menjelaskan, dari 25 relawan itu sebenarnya hanya ada tujuh orang yang diberikan vaksin Sinovac.

    "Iya ada 25 yang terpapar, yang 18 itu di suntik plasebo, yang tujuh itu disuntik vaksin dari penelitian ini," kata Kusnandi kepada Medcom.id, Jumat, 22 Januari 2021.




    Kusnandi menyebut, memang tidak semua relawan diberikan vaksin Sinovac saat uji klinis. Beberapa di antaranya memang hanya diberikan plasebo atau yang disebutnya air biasa.

    Dia menjelaskan perbedaan metode yang dilakukan pada relawan memang bagian dari model uji klinis. Pihaknya ingin melihat efek dari relawan yang diberi vaksin Sinovac dan relawan yang hanya diberi plasebo.

    Dari hasil penelitian itu, didapatkanlah hasil efikasi vaksin. Seberapa besar manfaat vaksin jika diberikan kepada manusia, kata dia, harus dibandingkan dengan orang yang tidak divaksin.

    "Jadi dihitung-hitung tujuh per 810 (yang divaksin), dibanding 18 per 810 (yang diplasebo). Sebanyak 810 itu ada hitungannya itu. Nah kalau dibandingkan jadinya 65,3 persen, itu yang keluar efikasinya," jelas Kusnandi.

    Artinya, dari penelitian itu didapatkan jika orang yang diberi vaksin, memiliki peningkatan imun sebesar 65,3 persen. Hal itu tak terjadi pada orang yang hanya mendapat plasebo.

    "Nah ini kalau dikasih vaksin, 65,3 persen terlindungi penyakit bila dibandingkan plasebo," ungkap dia.

    Baca juga:  Menristek Tegaskan Vaksin Tak Memberi Ketahanan Seumur Hidup

    Meski mendapatkan peningkatan imunitas sebesar 65,3 persen, Kusnandi meminta masyarakat penerima vaksin tidak berbesar hati. Sebab korona tetap akan bisa menyerang orang yang telah divaksin.

    "Harus tetap menjalankan protokol kesehatan. Orang yang divaksin itu belum tentu kebal. Tergantung jumlah kuman yang masuk.  Kedua, tergantung daya tahan tubuh orang tersebut. Kalau daya tahan tubuh orang tersebut kurang, sementara jumlah kuman yang masuk itu banyak, ya kena juga. Jadi enggak akan ada kebal 100 persen, tergantung orangnya," jelasnya.

    Lebih lanjut dia mengatakan, jika tingkat efikasi sebesar 65,3 persen itu dapat berubah sewaktu-waktu. Sebab penelitian uji klinisnya masih belum rampung.

    "Selesai penelitian Juni, enam bulan lagi. Ini masih berjalan. Yang jelas kalau di WHO, jadi WHO menganggap kalau (efikasi) di atas 50 persen maka dalam keadaan pandemi, (vaksin) dapat digunakan," tutup dia.

    Secara keseluruhan, jumlah relawan yang ada di tempatnya ada 1.620 orang. Namun yang hanya menerima suntikan vaksin Sinovac dosis ke dua hanya 1.609 orang.  Sisanya 11 orang tidak datang dengan alasan pindah tempat kerja dan lain sebagainya.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id