comscore

110 Sekolah di Kudus Rusak, Perbaikan Ditargetkan Mulai Maret

Antara - 17 Januari 2022 15:55 WIB
110 Sekolah di Kudus Rusak, Perbaikan Ditargetkan Mulai Maret
Salah satu sekolah yang rusak di Kudus, Jawa Tengah. Foto: Branda Antaranews.
Kudus: Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menargetkan perbaikan 110 sekolah rusak tingkat sekolah dasar (SD) dan SMP dimulai awal Maret 2022. Sebanyak 100 sekolah rusak di antaranya merupakan tingkat SD, 10 sisanya tingkat SMP.

"Adapun besarnya anggaran untuk perbaikan 110 sekolah rusak tersebut sekitar Rp22 miliar melalui APBD 2022," kata Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus M. Zubaedi di Kudus, Senin, 17 Januari 2022.
Ia menjelaskan, sekolah rusak yang menjadi sasaran perbaikan tersebut, tersebar di sembilan kecamatan dengan jumlah sekolah terbanyak untuk tingkat SD di Kecamatan Mejobo dan Kaliwungu masing-masing ada 14 sekolah. Lalu, Kecamatan Undaan ada 13 sekolah, dan paling sedikit di Kecamatan Kota ada enam sekolah.

Sementara, untuk tingkat SMP tersebar di Kecamatan Bae ada dua sekolah. Kecamatan Undaan ada tiga sekolah, Kecamatan Jekulo ada dua sekolah. Sementara, di Kecamatan Gebog, Kota dan Jati masing-masing ada satu sekolah.

"Lamanya pengerjaan rehabilitasi gedung sekolah tersebut, berkisar 60 hari. Namun ada kontraktor yang bisa mengerjakannya dalam waktu sebulan," ujarnya.

Baca: Atas Kelas Roboh, Siswa MTs di Temanggung PTM di Rumah Warga

Ketika perbaikan, maka proses belajar mengajar siswa bisa memanfaatkan ruangan lainnya seperti ruangan guru maupun perpustakaan. Sekolah juga diminta mengatur jadwal masuk siswa agar semuanya bisa mengikuti pembelajaran tatap muka.

Anggaran tahun 2022 tersebut, kata dia, termasuk untuk perbaikan SD 2 Klaling, Kecamatan Jekulo yang dikabarkan plafonnya juga ambrol mendapatkan alokasi anggaran Rp200 juta.

Kepala SD 2 Klaling Kusiyah mengakui kondisi ruang kelas 1 hinga kelas 6 sudah rusak sejak ia bertugas pada 2018. Ia mengaku sudah mengajukan proposal perbaikan ruang kelas 1, 6 dan 5 pada 2019, kemudian 2020 diverifikasi dan akhirnya mendapatkan persetujuan.

"Hanya saja, kondisinya diperparah saat masa pandemi karena ada plafon yang ambrol. Saat pembelajaran tatap muka seperti sekarang juga khawatir, terlebih curah hujan mulai meningkat," ujar Kusiyah.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id