comscore

Mengupas UIII, Kampus Masa Depan Bagi Penelitian Peradaban Islam

Renatha Swasty - 18 Maret 2022 14:01 WIB
Mengupas UIII, Kampus Masa Depan Bagi Penelitian Peradaban Islam
Kampus UIII. DOK Kemenag
Jakarta: Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) didirikan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2016 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 29 Juni 2016 dengan status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH). UIII merupakan perguruan tinggi berskala internasional yang dirancang sebagai kampus masa depan bagi kajian dan penelitian peradaban Islam di Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

UIII dibangun di atas lahan seluas 142,5 hektare. Lahan tersebut semula milik LPP RRI dan berada di Kompleks Pemancar RRI Cimanggis, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.
Pembangunan UIII ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 5 Juni 2016 oleh Presiden Joko Widodo. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi berharap UIII menjadi pusat peradaban Islam dunia karena Indonesia dikenal sebagai negara besar dengan penduduk muslim terbesar.

Sehingga, sudah sepatutnya Indonesia menjadi rujukan peradaban Islam dunia. UIII juga diharapkan menjadi pusat kajian Islam moderat, Islam jalan tengah, yang selama ini dikampanyekan pemuka agama.

Pada akhir Mei 2019, Presiden Jokowi menunjuk Komaruddin Hidayat sebagai Rektor Pertama UIII. Penunjukan Komaruddin Hidayat dengan pertimbangan sudah pernah menjadi rektor UIN Jakarta selama 2 periode (2006-2010 dan 2010-2015) dan sukses membawa UIN Jakarta menjadi salah satu universitas Islam terbaik di Indonesia.

Pendirian UIII lantaran selama ini banyak mahasiswa Indonesia menerima beasiswa dari beberapa negara yang perekonomiannya lebih rendah dari Indonesia, seperti Sudan, Maroko, dan lainnya. Sementara itu, Indonesia belum memiliki skema beasiswa untuk mahasiswa asing.

Padahal, mereka tertarik mengenal Indonesia yang dikenal sebagai negara muslim dengan pengalaman demokrasi yang juga sukses. Mereka ingin mengenal Indonesia lebih dekat, tapi belum ada skema beasiswa. Sedangkan, negara tetangga, seperti Malaysia sudah memiliki skema semacam itu.

Selain itu, UIII dibangun untuk memberikan stimulus bagi kampus-kampus di Indonesia untuk lebih berpikir internasional. Dosen muda yang belum sempat belajar ke luar negeri juga bisa belajar di UIII.   

Sebagai lembaga pendidikan bertaraf internasional, UIII diharapkan menjadi trensetter akademik, riset, serta budaya Islam, baik di tingkat regional maupun internasional. Sedangkan, sebagai pusat kebudayaan muslim Indonesia, UIII akan menjadi etalase dan sekaligus jendela bagi Islam Indonesia ke dunia luar dan menjadi bagian terpenting dari soft diplomacy Indonesia ke dunia luar.







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id