KPAI Turun Langsung Awasi Perundungan Siswa di Malang

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 04 Februari 2020 18:40 WIB
    KPAI Turun Langsung Awasi Perundungan Siswa di Malang
    Ilustrasi. Foto: Media Indonesia
    Jakarta:  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memastikan akan turun langsung dalam kasus perundungan yang dialami siswa SMP Negeri di Kota Malang.  KPAI akan melakukan pengawasan langsung dan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan sejumlah pemangku kepentingan di Malang.

    “KPAI merencanakan pengawasan langsung atas kasus perundungan yang menimpa seorang siswa di Kota Malang, Jawa Timur,” terang Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, di Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.

    Langkah ini diambil karena anak korban yang mendapatkan perundungan fisik diangkat dan dijatuhkan serta diduduki dan dinjak oleh tujuh temannya ini harus menjalani perawatan medis.  Tidak hanya itu, salah satu jari kelingkingnya juga didiagnosa awal mengalami kerusakan dan berpotensi diamputasi.

    “KPAI telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Malang untuk memastikan kebenaran kabar bahwa jari kelingking anak korban tersebut akan diamputasi dan benarkah bahwa luka itu tidak sepenuhnya karena perundungan,” jelasnya.

    Sementara itu berdasarkan keterangan paman korban, saat ini dokter sedang melakukan observasi terhadap pertumbuhan jaringan tangan yang mengalami luka, dan memang terjadi  pertumbuhan aliran darah yang tidak maksimal. Dijelaskan, jika terus seperti ini dikawatirkan akan membusuk dan untuk mengantisipasi akan diamputasi satu ruas jari manis.

    Saat ini keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan tim dokter yang menangani anak korban. Dokter yang mengangani masih akan memastikan, artinya diagnosa ini belum final mengingat  korban masih berusia anak-anak.

    Gelar Rakor

    Untuk Rakor, Retno menyebut akan mengundang pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kota Malang, Inspektorat Kota Malang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  (PPPA) dan P2TP2A kota Malang, serta pihak kepolisian yang saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus perundungan di SMPN tersebut.

    Adapun tujuan Rakor ini untuk memastikan pemenuhan hak-hak anak korban dan anak-anak pelaku, seperti hak atas pendidikan, hak rehabilitasi medis dan rehabilitasi psikologis.  Baik terhadapi anak korban maupun bagi anak-anak pelaku agar belajar dari kesalahan dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.

    “Selain itu, proses hukum jika akan dilanjutkan harus dipastikan bahwa anak korban dan anak-anak pelaku diproses sesuai dengan UU Perlindungan Anak (PA) dan UU Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA),” terangnya.

    KPAI dalam rakor juga akan meminta Dinas Pendidikan kota Malang melakukan percepatan program Sekolah Ramah Anak (SRA) di kota Malang untuk seluruh jenjang pendidikan. Sekolah yang menerapkan SRA wajib memiliki sistem pengaduan yang melindungi anak korban dan anak saksi. 

    “Dalam pasal 54 UU tentang Perlindungan Anak mewajibkan sekolah melakukan perlindungan terhadap peserta didik dari kekerasan,” kata Retno.

    KPAI dalam rapat itu juga mendorong adanya sosialisasi Permendikbud No. 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Sekolah di sekolah-sekolah.  Bukan tanpa sebab, berdasasrkan temuan KPAI sepanjang pengawasan kasus-kasus kekerasan mayoritas sekolah tidak menggunakan Permendikbud tersebut dalam mencegah dan menangani kekerasan di sekolah. 

    “Mencegah lebih baik daripada menanganai kasus per kasus.  Sekolah seharusnya menjadi zona yang aman dan nyaman bagi peserta didik,” tandasnya.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id