Museum 'Reformasi 12 Mei' Dapat Diakses Digital Saat PSBB

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 12 Mei 2020 17:50 WIB
    Museum 'Reformasi 12 Mei' Dapat Diakses Digital Saat PSBB
    Sivitas akademika Universitas Trisakti memperingati Tragedi kerusuhan 12 Mei 1998. Foto: ANT/Aprilio Akbar
    Jakarta:  Museum Trisakti atau Museum Reformasi 12 Mei 1998 tetap aktif menyebarkan informasi secara digital melalui sosial media.  Metode virtual untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses museum selama pandemi virus Korona dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

    “Museum berkomitmen untuk selalu menjadi lebih baik dengan terus melakukan inovasi agar selalu sesuai dengan perkembangan zaman,” jelas Plt. Universitas Trisakti (Usakti), Ali Ghufron Mukti, di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020.

    Untuk mengenang gugurnya empat mahasiswa Trisakti, Usakti mendirikan museum dengan nama Museum Reformasi 12 Mei 1998. Museum ini menyimpan berbagai koleksi terkait tragedi 12 Mei 1998. 

    Beragam kegiatan edukasi yang diselenggarakan kepada masyarakat. Seperti menyaksikan film dokumenter tragedi 12 Mei 1998 dan pameran Museum yang ada di DKI Jakarta. Museum juga bermitra dengan Kepresma Usakti, Ikatan Alumni Usakti serta dengan Asosiasi Museum Jakarta dan Museum University. 

    Ghufron menyampaikan, ke depan Museum Reformasi 12 Mei 1998 akan menambah tenaga kurator sesuai dengan Peraturan Pemerintah no. 66 tahun 2015.  Museum juga akan dikembangkan menjadi e-museum dengan menambah berbagai koleksinya, baik koleksi para pahlawan reformasi maupun bukti sejarah lainnya tentang pendirian Universitas Trisakti yang didirikan oleh Presiden pertama RI, Soekarno.

    “Sehingga Museum Reformasi tidak saja menyimpan sejarah perubahan tatanan pemerintahan, tetapi juga menyimpan sejarah pendidikan di Indonesia,” tandasnya.

    Seperti diketahui, tepat hari ini 12 Mei 1998 atau 22 tahun lalu merupakan momen bersejarah bagi Indonesia dan khususnya bagi para mahasiswa. Dikenal dengan Tragedi 12 Mei 1998, para mahasiswa menjadi garda terdepan termasuk mahasiswa Universitas Trisakti (Usakti) mendesak adanya reformasi di Indonesia.

    Peristiwa ini diawali dengan krisis moneter yang terjadi di bulan Juli 1997. Kemudian berkembang menjadi krisis ekonomi dan politik.

    Baca juga:  Universitas Trisakti Peringati 20 Tahun Reformasi

    Krisis tersebut berimbas kepada munculnya tuntutan Reformasi di segala bidang. Saat itu mahasiswa yang paling depan mendesak adanya Reformasi dengan menggelar aksi demo.

    Ghufron menuturkan kembali kronologi aksi mahasiswa Usakti kala itu. Diawali pada 23 Maret 1998 hingga akhirnya mencapai puncaknya pada tanggal 12 Mei 1998.

    Ia menuturkan, pada pukul 10.00 WIB pagi, tanggal 12 Mei 1998, ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan karyawan memadati area parkir di depan gedung M atau Gedung Syarif Thayeb, untuk mengikuti aksi mimbar bebas. Aksi mimbar bebas ini diisi orasi oleh dosen, mahasiswa dan alumni.

    Setelah aksi damai tersebut, sekitar pukul 13.00 WIB, massa melakukan long march menuju ke gedung DPR/MPR. Namun aksi massa terhenti di depan kantor Walikota Jakarta Barat dikarenakan adanya aparat keamanan yang menghadang, meminta agar tidak melanjutkan perjalanan ke gedung wakil rakyat tersebut.

    “Terjadi negosiasi antara perwakilan aksi massa dengan aparat keamanan. Saat negosiasi berlangsung, peserta aksi massa yang lain melakukan aksi mimbar bebas,” tuturnya.

    Setelah negosiasi alot, sekitar pukul 17.00 WIB secara berangsur-angsur para peserta aksi mulai membubarkan diri kembali menuju kampus dengan tertib. Saat mahasiswa sedang memasuki area kampus, tiba-tiba terdengar suara tembakan dari arah belakang mahasiswa. 

    “Para peserta aksi berhamburan berlari menyelamatkan diri dan menyebabkan beberapa orang terluka baik mahasiswa maupun masyarakat umum dan suasana menjadi chaos,” terangnya.

    Hingga pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB, diketahui terjadi penembakan dengan peluru tajam di dalam kampus Usakti terhadap beberapa mahasiswa Usakti. Penembakan ini menyebabkan empat orang mahasiswa Usakti gugur, yaitu Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan dan Hendriawan Sie.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id