Anak Kesulitan Belajar Daring, Jangan Pakai Kekerasan

    Citra Larasati - 15 September 2020 21:20 WIB
    Anak Kesulitan Belajar Daring, Jangan Pakai Kekerasan
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta:  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan kepada para orang tua dan para guru untuk selalu membangun komunikasi yang baik selama kegiatan Belajar dari rumah (BDR). Peran guru yang digantikan orang tua siswa haruslah dilakukan dengan memperhatikan tumbuh kembang dan kemampuan anak. 

    "Guru juga jangan memberikan penugasan yang terlalu berat, apalagi pada anak SD kelas 1-3 yang mungkin saja baru belajar membaca dan belajar memahami bacaan," terangnya. 

    Menurut Retno, kondisi dan kesulitan belajar yang dihadapi anak selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) juga perlu dikomunikasikan antara orang tua dan guru.  Sebab, kata Retno, kondisi setiap anak tidak sama.  

    KPAI juga mengingatkan, agar saat mengajarkan anak belajar daring online jangan menggunakan kekerasan.  Sebab setiap kekerasan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak juga berkorelasi dengan perkembangan regulasi emosi anak dan perilakunya yang buruk di kemudian hari.

    Sebagai contoh, sebut Retno, anak akan kehilangan kemampuan untuk menenangkan dirinya.  Selain itu juga anak akan kesulitan menghindari kejadian-kejadian provokatif dan stimulus yang memicu perasaan sedih dan marah, dan menahan diri dari sikap kasar yang didorong oleh emosi yang tidak terkendali.
     
    "Sikap kasar dan ketidakmampuan mengendaikan emosi yang ditunjukkan oleh orang tua tertransmisikan kepada anak melalui interaksi. Hal ini terjadi karena anak cenderung mengimitasi sikap orang tua yang mereka lihat," paparnya. 

    Baca juga:  KPAI: Orang Tua Bunuh Anak Karena PJJ Terancam Penjara 20 Tahun

    Menurut Retno, orang dewasa yang pernah mengalami hukuman fisik berupa kekerasan ketika masih anak-anak memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan kekerasan terhadap pasangan atau anaknya sendiri.  Bahkan bukan tidak mungkin melakukan tindakan kriminal.

    "Percaya atau tidak, orang dewasa yang telah menderita perlakuan buruk atau pelecehan di masa kecil cenderung akan melakukan kekerasan tersebut pada anak-anak mereka sendiri," ujarnya. 

    Retno mengatakan, biasanya masalah keuangan dapat dengan mudah membuat orang tua merasa bahwa anak-anak membebani mereka. Hal-hal ini menciptakan ketegangan, kemarahan, dan frustasi. 

    "Dalam fase ini, orang tua rentan untuk menyalahgunakan anak-anak mereka. Maka dari itu, usahakan untuk tidak mengikut campurkan urusan anak dengan masalah yang sedang orang tua hadapi," terangnya.

    Bagaimanapun juga, kata Retno, anak merupakan tanggung jawab orang tua, sehingga tidak seharusnya menjadi beban bagi mereka.  Meskipun mungkin ada situasi tertentu yang dapat mendorong orangtua untuk menjadi pelaku kekerasan terhadap anak, misalnya seperti ketika mereka tidak lulus dari sekolah menengah, ketika terjadi perceraian, ataupun ketika orang tua menganggur. 

    "Namun sekali lagi, perlu diingat bahwa masalah yang ada tidak akan selesai hanya dengan melakukan kekerasan terhadap anak.  Hal tersebut justru hanya akan menambah masalah yang ada," tegas Retno.

    Sebelumnya, KPAI menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang anak berusia 8 tahun karena kekerasan yang dilakukan orang tua kandungnya di Lebak, Banten. Anak tersebut meninggal dunia setelah sebelumnya mendapatkan beberapa pukulan karena anak sulit diajarkan saat belajar daring (online).
     
    Komisioner bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti menyatakan sangat prihatin atas perbuatan kedua orang tua korban yang justru membawa jenazah korban dengan kardus ke Lebak dan dimakamkan sendiri secara diam-diam di TPU desa Cipalabuh. Jenazah korban tidak dimakamkan secara layak dan sesuai ketentuan agama.
     
    "Hal tersebut dilakukan demi menutupi kesalahan pelaku yang merupakan orang tua kandung korban atau orang terdekat korban," kata Retno dalam siaran pers, Selasa 15 September 2020.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id