Produksi Hand Sanitizer UB Capai 600 Botol Sehari

    Daviq Umar Al Faruq - 20 Maret 2020 10:21 WIB
    Produksi <i>Hand Sanitizer</i> UB Capai 600 Botol Sehari
    Hand sanitizer buatan UB. Foto: UB/Dok. Humas
    Malang: Permintaan hand sanitizer atau cairan antiseptik pembersih tangan karya mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, mengalami peningkatan. Dalam sehari, UB bisa memproduksi 600 botol hand sanitizer.

    Manager Produksi Institut Astiri (IA) UB, Sukardi mengatakan, hand sanitizer merk IA ini telah diproduksi sejak lima tahun lalu. Sebelumnya, hand sanitizer ini diproduksi sebanyak 100-150 botol per hari untuk ukuran 40-60 mililiter.

    "Kami memproduksi hanya untuk memenuhi permintaan, sebab tidak boleh berbisnis karena produk yang kami hasilkan berasal dari dana inovasi," katanya, Jumat, 20 Maret 2020.

    Namun, setelah ramai isu penyebaran virus korona atau covid-19 di Indonesia, hand sanitizer hasil riset tim IA UB ini diproduksi hingga 600 botol per hari. Bahkan UB juga menerima permintaan dari luar yakni dari Badan Usaha Akademik (BUA).

    "Untuk harga per liter dibandrol Rp200 hingga Rp225 ribu, mengingat ada kenaikan harga bahan baku berupa Aroma rhodinol hasil pemurnian minyak serai wangi.  Sementara untuk botol 40-50 mililiter Rp15 ribu, 60-70 mililiter Rp20 ribu, 100 mililiter Rp25 ribu. Sebaran target produksi hanya di lingkungan UB," imbuhnya.

    Baca juga:  Madrasah di Kalsel Produksi Hand Sanitizer Tanpa Alkohol

    Selain produk hand sanitizer IA, UB juga mempunyai produk pembersih tangan dari UB Forest. Hand sanitizer ini merupakan produk baru dan dipasarkan secara internal.

    Staff Pemasaran UB Forest, Deiga Ramadhan, mengatakan, untuk pemasaran produknya hanya ditujukan untuk kalangan kampus, sesuai dengan keterangan pada label. Produk ini dijual dengan kisaran harga Rp20 ribu per 60 mililiter.

    "Produksi hand sanitizer ini sebagai bentuk kampanye aksi kepedulian UB forest terhadap virus korona," katanya.

    Ia menambahkan, cairan pembersih tangan produksi UB sudah dipastikan aman karena ukuran, konsentrasi dan persentasenya sudah mengikuti standar formulasi yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

    "Kami harap produk cairan pembersih tangan UB ini dapat bermanfaat bagi seluruh warga dan dapat membantu dalam upaya pencegahan virus covid19 di lingkungan kampus dan sekitarnya," terangnya.

    Selain diproduksi unit-unit bisnis, beberapa fakultas di UB juga membuat hand sanitizer sendiri. Salah satunya adalah Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB.

    Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan FTP UB, Dodyk Pranowo menjelaskan, pembuatan hand sanitizer tersebut menjadi bentuk pengabdian UB yang tidak untuk dikomersialkan.

    "Hand sanitizer yang kita buat sudah sesuai dengan standar WHO dan BPOM dan semoga bisa memenuhi kebutuhan warga UB secara gratis," pungkasnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id