UGM: Jaringan Internet Jadi Kendala Belajar Daring di DIY

    Arga sumantri - 05 Agustus 2020 10:56 WIB
    UGM: Jaringan Internet Jadi Kendala Belajar Daring di DIY
    Ilustrasi. Medcom.id
    Yogyakarta: Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Agustinus Subarsono menyebut, pendidikan jarak jauh secara daring selama pandemi virus korona (covid-19) masih menyisakan sejumlah persoalan, termasuk di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebab, tidak semua pendidik siswa serta orang tua siap mengikuti pembelajaran daring.

    Agustinus mengatakan, ada sejumlah faktor yang membuat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih bermasalah. Misalnya, disparitas teknologi antar rumah tangga, disparitas jaringan internet antar daerah, serta masih banyak ditemukan literasi teknologi guru dan orang tua yang bervariasi.

    "Kendala yang banyak dihadapai dalam pembelajaran daring adalah jaringan internet," kata Agustinus melalui siaran pers, Rabu, 5 Agustus 2020.

    Ia mengatakan, UGM mengkaji penyelenggaraan pendidikan menengah di DIY selama masa pandemi covid-19. Kajian dilakukan pada 1.304 responden meliputi guru, siswa, serta orang tua di tingkat SMP-SMA di lima kabupaten/kota DIY. Survei via google form sejak 25 Juni- 1 Juli 2020 itu diketahui bahwa ketidaklancaran jaringan internet menjadi kendala utama dalam penyelenggaraan pendidikan menengah di tengah pandemi covid-19.

    "Baik siswa, guru, maupun orang tua mengeluhkan ketidaklancaran jaringan internet jadi kendala utama dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh. Lebih dari 50 persen responden mengeluhkan tentang jaringan ini terutama di Kulon Progo dan Gunung Kidul," tutur dosen Manajemen Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM ini.

    Baca: 120 SMA/SMK di Cianjur Bakal Segera Dibuka

    Guna mengatasi persoalan itu, dia meminta pemerintah untuk mengusahakan jaringan internet agar bisa diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia.

    Persoalan lain yang juga banyak dikeluhkan siswa adalah keterbatasan biaya untuk mengakses internet. Kendala lainnya, keterbatasan waktu orang tua dalam mendampingi anak saat mengikuti pembelajaran jarak jauh. Sementara, persoalan keterbatasan keterampilan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi juga banyak dialami para guru. Tidak semua guru familiar dengan teknologi yang digunakan saat pembelajaran daring.

    "Semakin tua usia guru, hambatan dalam pemanfaatan teknologi semakin besar. Hambatan relatif lebih kecil dialami pada guru yang berusia di bawah 35 tahun," terangnya.

    Subarsono menyampaikan dari survei terhadap siswa ditemukan fakta bahwa hampir sebagian besar merasa kegiatan pembelajaran jarak jauh lebih sulit ketimbang pembelajaran konvensional. Tak hanya itu, materi pembelajaran jarak jauh juga dinilai lebih sulit daripada materi pembelajaran tatap muka.

    "Sebagian besar siswa mengeluhkan bosan mengikuti pembelajaran daring dan lebih bersemangat mengikuti pembelajaran tatap muka," ungkapnya.

    Dia menyebut, masih ada kesenjangan antara desain kebijakan dan operasional penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh di level pendidikan dasar menengah. Guna menjembatani kesenjangan tersebut, dia menekankan perlunya memperkuat kreativitas guru agar pembelajaran jarak jauh lebih menarik dan memotivasi siswa untuk belajar.

    Subarsono merekomendasikan pembelajaran jarak jauh terus dilaksanakan saat pandemi berakhir. Namun, disertai inovasi pembelajaran agar dapat mengurangi beban siswa.

    "Kebijakan pendidikan pembelajaran jarak jauh antara online dan offline sebagai alternatif masa new normal. Sementara itu, pembelajaran tatap muka dapat dimulai ketika lingkungan sekolah dinyatakan aman dan ada kesepakatan dengan para pemangku kepentingan," paparnya.

    Subarsono menyampaikan pandemi covid-19 menciptakan tantangan dan kebutuhan inovasi pembelajaran dengan teknologi. Oleh sebab itu, kolaborasi antara sekolah dengan orang tua dalam pendidikan perlu diperkuat.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id