Tingkatkan Minat Baca, Buku Perlu Disubsidi

    Antara - 06 September 2019 11:32 WIB
    Tingkatkan Minat Baca, Buku Perlu Disubsidi
    Sejumlah siswa tengah membaca buku di perpustakaan keliling. Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq.
    Purwokerto:  Pengamat kebijakan publik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Slamet Rosyadi mengingatkan pentingnya meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia.  Salah satunya dapat ditempuh dengan cara memberikan subsidi buku, agar harganya lebih terjangkau oleh masyarakat kebanyakan.

    "Tingkatkan minat baca melalui subsidi buku kepada penerbit-penerbit untuk buku-buku yang bermutu sehingga harga buku lebih terjangkau," kata Slamet di Purwokerto, Jumat, 6 September 2019.

    Selain itu, kata dia, pemerintah juga perlu mengintensifkan pengalokasian buku-buku ke
    berbagai sekolah atau perpustakaan umum.  "Dengan demikian diharapkan budaya membaca dan menulis buku semakin meningkat di tengah masyarakat," ujarnya.

    Dia juga mengatakan, upaya untuk meningkatkan minat baca di tengah masyarakat memerlukan sinergi dari berbagai pihak.  "Misalkan, dari dunia pendidikan, guru juga berperan penting untuk
    menanamkan minat baca kepada para siswa. Caranya, guru perlu lebih sering lagi memberikan tugas resume dan meminta siswa untuk menceritakan kembali isi dan kesan siswa terhadap buku yang telah dibaca," terang Slamet.

    Selain itu, kata dia, pihak keluarga juga berperan penting dalam upaya meningkatkan minat baca. Orang tua dapat mengenalkan sumber-sumber literasi yang menarik untuk anak-anak mereka sejak dini.  Begitu juga dengan komunitas berperan strategis dalam meningkatkan minat baca, untuk mengoptimalkan upaya tersebut.

    "Komunitas perlu menyediakan fasilitas perpustakaan atau taman bacaan," imbuhnya.

    Koordinator Progam studi (prodi) Magister Ilmu Komunikasi Unsoed Edi Santoso juga mengingatkan pentingnya meningkatkan minat baca dengan cara mengoptimalkan peran perpustakaan.  "Pemerintah daerah perlu terus mengoptimalkan peran perpustakaan, perpustakaan harus inovatif dan menarik agar jumlah pengunjung terus meningkat," kata Edi.

    Edi mengakui, di era digital seperti saat ini, upaya meningkatkan minat baca memang menjadi tantangan tersendiri.  Upaya meningkatkan minat baca memang akan lebih berat tantangannya,
    terutama untuk membaca buku cetak.

    "Tradisi baca kita yang selama ini masih terus dibangun dengan baik, kemudian digempur dengan beragam perangkat digital mutimedia yang lebih atraktif dan menarik minat generasi
    muda," katanya.

    Bagi genereasi milenial pada saat ini, kata dia, bisa jadi akan lebih akrab dengan media daring dibandingkan dengan media cetak.  "Maka, banyak media cetak yang makin sulit mendapatkan
    pembacanya. Tapi, kita tidak bisa serta merta menyalahkan kehadiran media daring, literasi yang rendah bisa jadi karena akses ke dunia pustaka juga masih kurang, karena itu perlu upaya untuk terus meningkatkannya," tutupnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id