Komarudin Jadi Rektor Terpilih UNJ 2019-2023

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 19 September 2019 16:16 WIB
    Komarudin Jadi Rektor Terpilih UNJ 2019-2023
    Rektor Terpilih UNJ periode 2019-2024, Komarudin. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
    Jakarta:  Universitas Negeri Jakarta (UNJ) telah selesai melakukan pemilihan rektor baru periode 2019-2024. Komarudin ditetapkan sebagai rektor terpilih UNJ yang baru setelah mengantongi 61 dari 100 suara pemilih.

    Komarudin mengungguli dua calon lainnya, dengan mendapatkan 61 suara. Sementara dua lainnya, yaitu Sofiah Hartati (16 suara) dan Paulina Pannen (23 suara) dari total 100 suara pemilih.

    "Kita saksikan bersama 61 suara, karena bulat 100. 61 suara senat ke doktor Komarudin, 16 suara ke doktor Sofiah Hartati,  dan 23 suara ke Profesor Paulina Pannen. Dengan ini saya, menetapkan calon rektor terpilih untuk kita terima," ucap Hafid Abbas usai penghitungan suara, di Kampus Universitas Negeri Jakarta, Kamis, 19 September 2019.

    Nantinya, Komarudin akan dilantik oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti).  Kuasa Menristekdikti , Irjen Kemenristekdikti Yusrial Bachtiar mengatakan, sebelum dilantik Komarudin masih harus melalui proses selanjutnya.

    "Sesegera mungkin akan kita lantik. Estafet kepemimpinan mudah-mudahan membawa UNJ lebih baik. Setelah ini masuk beberapa prosedur yang kami lakukan terkait dengan track record keuangan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) segala macam," terang Yusrial.

    Ia pun mengapresiasi proses pemilihan yang berlangsung terbuka dan telah melalui audit KPK.  Rektor Terpilih Komarudin mengatakan,  hasil pemilihan ini merupakan sebuah kemenangan bersama. Kemenangan sivitas akademika dan seluruh warga UNJ.

    "Sebagai rektor terpilih ada pesan, satu hal yang harus dibangun adalah kebersamaan. Tadi ditekankan ketua senat, harus membangun kebersamaan setelah pemilihan selesai, setelah dilantik," kata Koamrudin dalam pidatonya.

    Kebersamaan merupakan hal yang penting, ujar dekan Fakultas Ilmu Sosial 2009-2012 ini, sebab UNJ punya potensi besar dan bisa dikembangkan menjadi universitas yang lebih besar lagi. Kemudian untuk mendapat reputasi apik di Asia tidak bisa dibangunnya seorang diri, harus bersama-sama.

    "Tanpa bersatu padu sulit mewujudkan visi itu," ujarnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id