comscore

1.200 Orang Ikut Wawancara Daring Seleksi Beasiswa Santri

Renatha Swasty - 26 Mei 2022 09:06 WIB
1.200 Orang Ikut Wawancara Daring Seleksi Beasiswa Santri
Seleksi PBSB 2022. DOK Kemenag
Jakarta: Proses seleksi peserta Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2022 memasuki tahap wawancara atau tes lisan. Tercatat 1.200 peserta mengikuti tes daring tersebut, beberapa di antaranya adalah santri berkebutuhan khusus atau difable.

Mereka adalah calon mahasantri yang lulus tes berbasis elektronik tahap pertama yang juga berlangsung daring pada 12 Mei 2022. Seleksi wawancara daring digelar empat hari pada 24-28 Mei 2022.
“Kemenag mulai menggelar seleksi tahap II, berupa tes wawancara santri secara daring dengan penguji," kata Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Waryono Abdul Ghofur dikutip dari laman kemenag.go.id, Kamis, 26 Mei 2022.

Waryono memaparkan penguji terdiri atas unsur akademisi, pembina dan praktisi kepesantrenan, serta kalangan profesional. Tes tahap kedua ini bertujuan menentukan level penguasaan calon mahasantri dalam membaca dan memahami kitab kuning serta pemahaman terhadap wawasan kebangsaan.

Ada tiga kitab yang diujikan, yaitu Tafsir Jalalain, Bulughul Maram, dan Fathul Qarib. Selain itu, ada juga tes tambahan bagi santri yang mendaftar pada perguruan tinggi tertentu, seperti tes penguasaan hafalan Al-Qur'an dan Nazam Alfiyah Ibnu Malik. Ada juga tes wawasan dan peminatan akademik untuk pendaftar pada perguruan tinggi tertentu.

“Khusus santri difabel, tes kitab kuning dengan menggunakan kitab Ta'lim Muta'alim versi Braile. Sebab, santri difabel umumnya belum memiliki kitab versi braile untuk kitab Tafsir Jalalain, Bulughul Maram, Fathul Qarib,” tutur dia.

Waryono menuturkan sejak dua tahun terakhir, pihaknya telah mengoptimalkan mekanisme seleksi PBSB melalui sistem terbuka berbasis elektronik. Pergeseran sistem ke arah digitalisasi merupakan keniscayaan.

Dia mengimbau peserta memahami mekanisme pelaksanaan ujian secara daring dan mempersiapkan yang diperlukan untuk dapat menunjang pelaksanaan tes.

"Salah satu kelebihannya, peserta dapat menentukan lokasi ujian dengan mandiri. Peserta tes bisa menjalani tes lisan online di pesantren, di kediaman, atau di lokasi mana pun. Terpenting, mereka menyiapkan perangkat dan koneksi yang stabil serta terhindar dari kebisingan atau suara yang dapat mengganggu pelaksanaan tes," tutur dia.

Kepala Subdit Pendidikan Pesantren Basnang Said menuturkan total 6.169 peserta mengikuti seleksi tahap pertama. Dari jumlah itu, 1.200 peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti seleksi tahap lanjut.

Basnang mengatakan tahun ini pihaknya juga akan menerima calon mahasantri PBSB yang berasal dari pesantren difabel. Dia mengatakan beberapa peserta yang mendaftar berhasil sampai ke tahap dua.

Dia menyebut hal ini sebagai bentuk kepedulian negara memberikan hak dan kesempatan yang sama kepada semua warga, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

“Seleksi tahap II PBSB ini akan menentukan 600 calon mahasantri sesuai kuota yang disediakan,” tutur dia.

Baca: Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi Diikuti Anak Berkebutuhan Khusus
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id