comscore

Cyber Islamic University Bakal Fasilitasi Guru Madrasah yang Belum Sarjana

Citra Larasati - 25 Maret 2021 15:23 WIB
Cyber Islamic University Bakal Fasilitasi Guru Madrasah yang Belum Sarjana
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta:  Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) tengah mematangkan konsep Cyber Islamic University (CIU) atau Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI). Kampus siber ini nantinya bisa memfasilitasi guru madrasah yang belum bergelar sarjana untuk melanjutkan pendidikan tanpa meninggal kan tugas mengajarnya.

Direktur Jenderal Pendis Muhammad Ali Ramdhani menyampaikan pengembangan CIU ini merupakan upaya Kemenag untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital. 
“Pendidikan di Cyber Islamic University sepenuhnya dilakukan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal ini dilakukan sebagai upaya menjawab tantangan pembelajaran di era teknologi digital,” ungkap Ramdhani, dalam Rapat Koordinasi Lintas Instansi Pendirian Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia di Bogor, Kamis, 25 Maret 2021.

Karenanya, lanjut Dhani, seluruh operasional CIU pun akan dilakukan secara daring (online). “Model pembelajaran Cyber Islamic University sepenuhnya dilakukan secara daring. Dimulai dari pendaftaran, proses pembelajran sampai kelulusan dilaksanakan seara daring,” ujar Dhani.

Baca juga:  Soal Tes PPPK Formasi Guru Agama Mulai Disusun 28 Maret

Di samping itu, gagasan membuat CIU juga bertujuan untuk memfasilitasi para guru madrasah yang belum memiliki gelar strata 1 (S1) untuk melanjutkan pendidikannya. “Langkah ini sebagai upaya Kemenag untuk memberikan afirmasi bagi guru-guru madrasah dalam memperoleh pendidikan lanjutan tanpa meninggalkan pekerjaan utamanya sebagai guru,” jelas Dhani. 

“Guru madrasah yang belum S1 bisa ikut kuliah secara daring, tanpa meninggalkan tugasnya mengajar di madrasah,” imbuhnya. 

Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini menyampaikan, walaupun konsep model pembelajaran CIU dilakukan secara daring, namun tidak menghilangkan pendidikan karakter dan penerapan moderasi beragama pada setiap kurikulum pembelajarannya. Hal ini mengingat, penguatan karakter dan materi moderasi beragama adalah sesuatu yang utama ada pada Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Sementara itu Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Suyitno menjelaskan, bahwa tahun ini Kemenag merencanakan UISSI membuka pendaftaran mahasiswa dengan pilihan program studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Dan pada tahun 2022 ditargetkan seluruh program studi yang Terakreditasi Unggul sepenuhnya akan diselenggarakan menjadi model cyber university,” jelasnya. 

Kemenag merencakanan mulai membuka pendaftaran penerimaan mahasiswa baru UISSI pada Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022,” jelas Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang ini.

Suyitno menambahkan persiapan operasional CIU saat ini terus dilakukan dengan melibatkan para pakar. “Bagaimana kurikulumnya, bagaimana sistem dan aplikasi pembelajarannya saat ini sedang disiapkan oleh para pakar yang tergabung dalam Tim Taskforce,” pungkasnya.

(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id