Nadiem: Lucu Kalau Membangun Pendidikan Tak Boleh Ambil Risiko

    Ilham Pratama Putra - 27 November 2020 15:45 WIB
    Nadiem: Lucu Kalau Membangun Pendidikan Tak Boleh Ambil Risiko
    Mendikbud Nadiem Makarim. Tangkapan layar.
    Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengaku heran dengan anggapan banyak pihak, yang menilai dunia pendidikan harus bersih dari risiko. Terlebih, saat ini dirinya tengah gencar dalam mengejar skor Programme for International Student Assessment (Pisa).

    Menurutnya, risiko dalam mengembangkan sistem pendidikan sangat besar. Resiko adalah satu hal yang tidak bisa dihindarkan dari dunia pendidikan.

    "Jadi ini lucu, kayak selalu pendidikan itu adalah satu sektor yang kita enggak boleh mengambil risiko, tapi kita sudah melihat hasil PISA seberapa kita ketinggalan dari seluruh dunia," kata Nadiem dalam siaran langsung akun instagramnya bersama aktris Maudy Ayunda, Jumat, 27 November 2020.

    Menurutnya, resiko harus dihadapi seiring mencari solusi terbaik jika ditemukan kendala. Seperti yang terjadi saat ini, saat dia menghadapi pro dan kontra pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka (PTM) pada Januari 2021 di tengah pandemi covid-19.

    "Kalau kita diam di tempat sekarang, kita salah langkah. Kalau kita tidak mengambil risiko, kalau kita tidak mencoba hal-hal yang baru, inovasi dan memperbolehkan kepala sekolah dan guru-guru kita melakukan percobaan, eksperimentasi dan terus melakukan proses interaksi, kita akan menggagalkan generasi mendatang," tegas dia.

    Baca: Nadiem, Skor PISA Jadi Tolok Ukur Keberhasilannya Sebagai Mendikbud

    Apalagi, kata dia, saat ini revolusi industri 4.0 terus digaungkan seiring masifnya penggunaan teknologi. Namun, fakta di lapangan, langkah untuk digitalisasi yang mendorong revolusi 4.0 tak tampak.

    Nadiem menilai lucu dengan pernyataan banyak pihak mengenai revolusi industri. Nadiem mengatakan, banyak pihak menyatakan industri 4.0 merupakan teknologi masa depan. Makanya, generasi muda harus adaptif, kreatif, dan inovatif.

    Lucu banget kita menatap kita selalu kalau ngomong revolusi industri 4.0, bilang ini teknologi masa depan, kita adaptasi, kita perlu anak-anak yang adaptable, kreatif, inovatif.

    "Tapi giliran kita mau coba hal-hal baru di dunia pendidikan, dibilang jangan pertaruhkan sistem pendidikan kita, ini adalah filsafat yang salah," katanya.

    Dia tidak mau, visinya menghadirkan Sumber Daya Manusia unggul menjadi omong kosong. Jadi, Nadiem berharap para pemangku kepentingan di dunia pendidikan bisa melihat permasalahan ini dengan seksama. 

    "Bagaimana kita bisa mengharap anak-anak kita inovatif dan kreatif kalau sekolah-sekolah kita tidak inovatif dan kreatif dan tidak diperbolehkan mengambil risiko. Jelaskan ke saya itu bagaimana caranya," tutur Nadiem.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id