Menyusuri Jejak Learning Loss di Indonesia

    Terapkan Belajar Asyik, Cegah ‘Bencana Generasi’

    Citra Larasati - 29 April 2021 08:30 WIB
    Terapkan Belajar Asyik, Cegah ‘Bencana Generasi’
    Guru sedang mengajar di muka kelas, MI/Gino Hadi



    Jakarta: Genderang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas telah ditabuh, Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri pun diteken.  Pemerintah mantap menyatakan perang terhadap meningkatnya kerugian jangka panjang terhadap pembelajaran (learning loss) peserta didik yang terus memburuk sepanjang pandemi.  

    Tidak optimal dan terlalu lamanya masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang berlangsung di seluruh dunia, dituding sebagai biang kerok melorotnya sejumlah indikator pengukur kualitas belajar.  Terbaru, hasil studi UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) menyebut, jumlah anak yang mengalami kesulitan membaca dalam satu tahun terakhir ini mengalami lonjakan di seluruh dunia.  






    Dari 460 juta anak di 2020, meningkat menjadi 584 juta anak atau sebanyak 124 juta anak menurun kemampuan membacanya selama pandemi covid-19.  Indonesia bisa jadi menyumbang angka yang tidak sedikit.

    Kenaikan sebesar 20 persen tersebut seolah menghapus capaian yang diperoleh dalam dua dekade terakhir.  Wajar saja, jika UNESCO menyebut kondisi ini sebagai 'bencana generasi' yang kemudian membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai penjaga gawang urusan pendidikan di Indonesia pun ketar-ketir.

    Sebab tak hanya UNESCO, learning loss juga menjadi sorotan Bank Dunia (World Bank).  Lembaga keuangan internasional itu telah memberi sinyal, bahwa skor PISA (Programme for International Student Assessment) di seluruh dunia diproyeksikan bakal melorot setidaknya 20 poin.

    Jejak PISA

    Terdekat, asesmen tiga tahun sekali yang mengukur performa akademis pelajar di Negara-negara anggota Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) ini akan digelar pada 2022.

    Padahal, proyeksi Bank Dunia tersebut disampaikan ketika pandemi baru berjalan empat bulan. Sementara saat ini, pandemi covid-19 telah berlangsung satu tahun lebih, dan angka 20 poin bisa saja akan membengkak.
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id