Pandemi Membuat Digitalisasi Pendidikan Indonesia Datang Lebih Cepat

    Ilham Pratama Putra - 08 Oktober 2020 13:26 WIB
    Pandemi Membuat Digitalisasi Pendidikan Indonesia Datang Lebih Cepat
    Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan iwan Syahril. Zoom
    Jakarta: Pandemi virus korona (covid-19) membuat dunia pendidikan harus beradaptasi dengan pemanfaatan teknologi. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril mengatakan sistem belajar dari rumah (BDR) saat ini secara tidak langsung mempercepat digitalisasi pendidikan. 

    "Krisis ini membawa percepatan teknologi di bidang pendidikan yang dalam situasi normal, mungkin akan baru kita capai dalam empat sampai lima tahun mendatang," kata Iwan dalam peringatan Hari Guru Sedunia secara virtual, Kamis, 8 Oktober 2020.

    Sejak diberlakukannya belajar dari rumah, dia menyebut banyak guru semakin kreatif dalam melaksanakan pembelajaran daring dengan pemanfaatan teknologi. Walaupun, beberapa daerah di Indonesia masih terkendala akses internet.

    "Di tengah keterbatasan sarana dan teknologi yang ada, guru-guru Indonesia sebagian dari daerah 3T (tertinggal, terluar, terdepan), daerah perkotaan maupun pedesaan, berkreasi mencari jalan keluar agar siswa tetap dapat menerima pembelajaran," ujarnya.

    Iwan juga meminta agar inovasi pembelajaran di tengah pandemi terus dikembangkan. Jika perlu, para guru dan siswa diminta berkolaborasi untuk menciptakan pembelajaran yang efektif di tengah pandemi. 

    "Untuk menjadi teladan terbaik dengan terus belajar, berbagi dan berkolaborasi dalam mengatasi permasalahan belajar di masa pandemi ini. Jadi teladan, penguat semangat dan pemberdaya menuju kemandirian. Saya ucapkan selamat hari guru sedunia," papar Iwan.

    Baca: Nadiem Minta Guru Manfaatkan Pandemi Sebagai Laboratorium

    Pandemi covid-19 membawa dampak yang besar bagi guru dan murid. Akibatnya dunia pendidikan mengalami krisis dalam menata generasi masa depan.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyampaikan, berdasarkan data UNESCO mengungkapkan jika murid akhirnya tidak bisa menikmati layanan sekolah seperti biasanya. Bahkan secara global terdapat 1,6 miliar murid tepaksa belajar dari rumah.

    "UNESCO melaporkan hampir 1,6 miliar peserta didik terdampak dari penutupan sekolah," kata Nadiem dalam peringatan Hari Guru Sedunia yang digelar secara virtual, Kamis, 8 Oktober 2020.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id