Dibutuhkan Saat Melamar Kerja, Begini Cara Mendapatkan Kartu Kuning

    Antara - 19 Juni 2021 16:54 WIB
    Dibutuhkan Saat Melamar Kerja, Begini Cara Mendapatkan Kartu Kuning
    Ilustrasi. Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya



    Jakarta:  Permintaan pembuatan kartu tanda bukti pendaftaran Pencari Kerja (AK/I) atau kartu kuning saat ini dilaporkan meningkat di berbagai daerah.  Salah satunya karena akan digunakan untuk persiapan pendaftaran calon Aparatur Sipil Negara (ASN).

    Kartu kuning pencari kerja berbentuk persegi panjang yang dibagi menjadi dua halaman. Di halaman pertama, berisi nomor pencari kerja, nomor identitas diri/KTP, foto dan tanda tangan pencari kerja, serta kolom kewajiban pencari kerja melapor empat kali dalam dua tahun.

     



    Sementara di halaman kedua tercantum informasi mengenai data diri pencari kerja, seperti nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, status, agama, alamat, daftar pendidikan formal maupun non-formal, serta disahkan dengan tanda tangan pengantar kerja, dalam hal ini pihak Disnaker Kabupaten/Kota.

    Cara mendapatkan kartu kuning, pencari kerja harus mengajukan secara manual dengan melampirkan fotokopi KTP yang masih berlaku, pas foto terbaru berwarna ukuran 3 x 4 cm sebanyak dua lembar, fotokopi ijazah pendidikan terakhir, fotokopi sertifikat kompetensi kerja bagi yang memiliki dan fotokopi surat keterangan pengalaman kerja bagi yang memiliki.

    Baca juga:  Permintaan Meningkat, Menaker Tegaskan Pembuatan Kartu Kuning Gratis

    Pembuatan kartu kuning juga bisa dilakukan secara daring melalui karirhub dapat diakses melalui website https://karirhub.kemnaker.go.id atau dengan mengunduh aplikasi SISNAKER di Google Playstore https://play.google.com/store/apps/details?id=id.go.kemnaker.

    Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah memastikan pelayanan pembuatan kartu kuning diselenggarakan secara gratis di seluruh daerah di Indonesia.

    "Apabila ada petugas yang meminta pungutan, laporkan saja ke pihak ke berwajib dan petugas yang meminta pungutan akan dikenakan sanksi tegas," katanya dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, 19 Juni 2021.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id