IPB Panen Ayam Hasil Teknologi Kandang Modern

    Arga sumantri - 10 Juni 2021 13:47 WIB
    IPB Panen Ayam Hasil Teknologi Kandang Modern
    IPB University panen ayam hasil teaching farm. Dok Humas IPB.



    Bogor: IPB University melakukan panen raya ayam hasil teaching farm (tefa) modern closed house. Panen raya kedua ini dihadiri Dirjen Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto dan PT Charoen Pokphand Indonesia.

    Setidaknya ada 42.700 ayam yang dipanen pada panen kedua yang dilakukan Sekolah Vokasi IPB. Rektor IPB University Arif Satria mengatakan, dengan teknologi closed house, waktu produksi dapat dipersingkat dari semula 40 hari menjadi hanya 35 hari saja.

     



    "Hari ini kami bersama Pak Dirjen dan PT Charoen Pokphand Indonesia memanen ayam di salah satu closed house termodern yang ada di Indonesia. Dengan masa panen 35 hari dan bobot mencapai 2,4 kilogram," kata Arif mengutip siaran pers IPB, Kamis, 10 Juni 2021.

    Menurut Arif, Tefa merupakan etalase percontohan bagi mahasiswa maupun publik untuk belajar peternakan modern yang dikelola secara profesional. Dari sisi ekonomi pun tentu saja menguntungkan. Hadirnya, kandang modern ini dinilainya sebagai langkah meningkatkan link and match antara kampus dengan industri.

    "Kita berupaya menciptakan suasana industri di dalam kampus. Hal itu akan semakin mengakrabkan mahasiswa dengan industri sebagai peningkatan kompetensi mahasiswa untuk siap masuk dunia industri. Karena teknologi yang ada di kampus dan industri bisa setara," terangnya.

    Baca: IPB: Indonesia Potensial Jadi Sumber Bahan Baku Obat Herbal

    Kandang modern closed house ini merupakan hasil kerja sama IPB University dan PT Charoen Pokphand Indonesia. Kandang ini bisa menampung hingga 50.000 ekor ayam. Dilengkapi teknologi pengaturan suhu dan kelembaban udara, membuat proses pemeliharaan dan pengelolaan menjadi efisien.

    Business Unit Head Kemitraan PT Charoen Pokphand Indonesia Yosef Arisanto mengatakan, closed house membuat kegiatan ternak jadi lebih efisien. Kecepatan tumbuh semakin lebih singkat, biaya untuk menghasilkan bobot satu kilogram lebih rendah, serta produktivitas akan semakin meningkat.

    Dirjen Diksi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto mengapresiasi langkah IPB University. Ia menilai implementasi teaching factory dan Kampus Merdeka merupakan yang salah satu yang terbaik di Indonesia. Ia berharap, IPB dapat menjadi lokomotif kemajuan pertanian Indonesia.

    "Ini salah satu the best technologi closed house. Kandang closed house sudah banyak, tapi yang sampai teknologi 4.0 itu kita apresiasi. Maka kalau kita ingin melihat implementasi Kampus Merdeka yang benar seperti apa, lihatlah IPB University," tutur Wikan.

    Dekan Sekolah Vokasi IPB University Arief Daryanto mengatakan, kandang modern ini juga dilengkapi digital mobile surveillance system (DMSS). Dengan DMSS, kandang dapat dikelola dan memonitoring dari rumah melalui smartphone.

    "Nantinya kandang juga akan dilengkapi dengan berbagai sensor canggih seperti untuk mengukur kadar amonia, pertumbuhan berat badan, dan lain sebagainya," terang Arief.

    Ia mengatakan, tak hanya closed house, Sekolah Vokasi IPB University juga ke depan akan segera menyelesaikan tefa berupa greenhouse yang diperuntukkan hortikultura. Selain itu, membangun fasilitas akuakultur dengan teknologi e-fisheries.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id