UMM Bakal Buka Prodi Cyber Security dan Digital Forensik

    Daviq Umar Al Faruq - 01 Juli 2020 15:12 WIB
    UMM Bakal Buka Prodi Cyber Security dan Digital Forensik
    Ilustrasi. Medcom.id
    Malang: Direktorat Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) segera membuka Program Studi (Prodi) Diploma 4 (D4) Studi Baru Cyber Security dan Digital Forensik. 

    Dibukanya prodi baru ini untuk menjawab tantangan isu keamanan dunia siber yang telah menjadi prioritas di seluruh negara di dunia.  Terutama sejak teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan. 

    "Mahasiswa prodi ini akan dibekali dengan pengetahuan, keterampilan serta kemampuan untuk melakukan serangkaian proses manajemen risiko sebagai bentuk mitigasi keamanan informasi,” kata Direktur Derektorat Pendidikan Vokasi dan Pelatihan UMM, Tulus Winarsunu, Rabu, 1 Juli 2020.

    Tulus menjelaskan, tingginya tingkat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi tersebut berbanding lurus dengan tingginya tingkat risiko dan ancaman penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi. Hal itulah yang mendorong meningkatnya kebutuhan SDM di dalam dunia keamanan siber dan digital forensik.

    Baca juga:  H-4, Simak Teknis Pelaksanaan UTBK di UNS

    Oleh karena itu, lewat Prodi Cyber Security dan Digital Forensik, mahasiswa akan dibekali dengan keahlian memeriksa secara mendalam barang buktu elektronik dan digital yang berasal dari sistem jaringan.  Tujuannya mendapatkan data investigasi untuk dianalisa secara komprehensif.

    Praktik ini dilakukan sebagai bukti digital yang dapat digunakan untuk memecahkan kasus cyber crime. “Prodi ini juga akan bekerja sama dengan perusahaan network security, baik dalam maupun luar negeri untuk melibatkan mahasiswa secara langsung di dunia kerja,” ungkap Tulus.

    Kompetensi yang ditawarkan di antaranya mampu mengidentifikasi, menganalisa dan mengevaluasi berbagai penerapan aplikasi keamanan siber dan digital forensik terhadap ancaman yang teridenfikasi dan tidak teridentifikasi. 

    “Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu menyusun security requirement untuk melindungi proses bisnis di dalam suatu organisasi yang ditangani secara memadai di dalam seluruh aspek dari enterprise architecture,” beber Tulus.

    Sementara itu, Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ananto Kusuma Seta menerangkan, bahwa mahasiswa lulusan Prodi Cyber Security dan Digital Forensik saat ini tengah banyak dibutuhkan oleh dunia industri swasta maupun di pemerintahan. 

    "Beberapa prospek prodi ini yakni Cyber Risk Specialist, Arsitek Keamanan Siber, Cyber Incident Investigation, Cybersecurity Governance Officer, Penetration Tester, dan lainnya,” katanya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id