Jurnal Predator Peras Peneliti Hingga Belasan Juta

    Ilham Pratama Putra - 04 Februari 2020 12:58 WIB
    Jurnal Predator Peras Peneliti Hingga Belasan Juta
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id/ Mohammad Rizal
    Jakarta:  Jurnal predator atau jurnal abal-abal kian meresahkan peneliti yang tengah giat menerbitkan jurnal internasional.  Guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UIN SA) Surabaya, Akhmad Muzakki menyebut, jurnal predator bahkan memeras dosen dengan biaya mencapai Rp15 juta rupiah.

    "Mereka tuh bisa sampai Rp15 juta kalau dirupiahkan. Jadi mereka memang menyediakan untuk semata-mata profit pribadi," kata Muzakki kepada Medcom.id Selasa, 4 Februari 2020.

    Selain harus membayar mahal, peneliti diberikan janji, jika segala urusan penerbitan bisa berjalan mulus. Padahal karya peneliti tak pernah dicek dengan baik.

    "Tanpa editing yang baik, kepentingannya hanya biar ada artikel itu nongol di situ. Lalu dianggap sebagai jurnal internasional.  Padahal ya predator, kan kasian," jelas dia.

    Sementara untuk jurnal yang resmi, ketua dewan pendidikan Jawa Timur itu menyebut nyaris tak berbayar.  Jikapun ada biaya yang dikeluarkan hanya untuk urusan administrasi.

    "Kalau berbayar itu melalui proses yang standar dan sifatnya administrasi. Tergantung peringkat jurnalnya, ada yamh menggunakan dollar ada poundsterling, yang penting tidak sampai Rp15 juta," tegas anggota tim peninjau jurnal nasional itu.

    Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Plt. Dirjen Dikti) Kemendikbud, Nizam mengatakan jurnal predator kerap menawarkan jasa penerbitan jurnal internasional.  Nizam mengaku telah mengumpulkan sejumlah nama di balik jurnal predator tersebut.
     
    'Ini ratusan jurnal yang abal-abal. Nah, kita membuat list. List jurnal-jurnal mana yang termasuk dalam kelompok jurnal predator,' kata Nizam di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat 31 Januari 2020.

    Meski telah mengawasi secara ketat, sejumlah perguruan tinggi mengaku tetap saja pernah kecolongan jurnal predator, bodong, atau abal-abal. Menurutnya hal itu terjadi akibat modus yang digunakan selalu berubah-ubah.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id