Meski Pandemi, UGM Ogah Kompromi Soal Kualitas Calon Maba

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 23 Juni 2020 19:47 WIB
    Meski Pandemi, UGM Ogah Kompromi Soal Kualitas Calon Maba
    Rektor UGM, Panut Mulyono. Foto: UGM/Humas
    Jakarta:  Universitas Gadjah Mada (UGM) optimistis akan mendapat input calon mahasiswa baru (maba) yang berkualitas di jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) 2020.  Secara nasional jumlah peserta UTBK tahun ini tidak sebanyak di 2019, karena digelar di tengah keterbatasan akibat pandemi covid-19.

    Rektor UGM, Panut Mulyono mengapresiasi jumlah peserta UTBK-SBMPTN 2020. Seperti diketahui, pendaftaran dan pelaksanaan UTBK-SBMPTN tahun ini digelar di tengah pandemi covid-19.

    Namun menurut Panut, kondisi tersebut tidak menyurutkan minat lulusan SMA/MA/SMK untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke PTN.  Panut menegaskan, meski di tengah pandemi, ia menjamin proses seleksi mahasiswa yang masuk melalui jalur SBMPTN tetap dilakukan secara ketat, agar mendapatkan input mahasiswa yang berkualitas.

    “Saya kira secara umum semua memang menurun (jumlah peserta UTBK).  Namun dari sisi jumlah pendaftar tahun ini jika dibandingkan dengan daya tampung, tetap masih lebih banyak yang akan tidak diterima. Artinya seleksi tahun ini masih sangat kompetitif dan akan diseleksi secara ketat,” ujar Panut dalam Live Instagram bertema "Menjadi Kampus Terbaik, UGM Makin Dilirik" di akun @osc_medcom, Selasa, 23 Juni 2020.

    Baca juga:  Data Final, 703.874 Peserta akan Ikut UTBK-SBMPTN 2020

    Ia pun menegaskan, guna mendapatkan input yang berkualitas tersebut, UGM tidak mau berkompromi soal kualitas.  Andai dari hasil tes UTBK-SBMTPN banyak peserta yang tidak memenuhi standar nilai, maka pihaknya tidak akan menurunkan standar hanya untuk memenuhi kuota di jalur ini.

    Karena nantinya, kata Panut, kuota tersebut akan dialihkan untuk diperebutkan di Jalur Ujian Mandiri. Dengan begitu standar kualitas bisa tetap terjaga.  

    “Namun berdasarkan pengalaman sejak jadi dekan dulu, nilai pendaftar ke UGM itu biasanya sangat kompetitif, rentang nilainya sempit sekali, antarpeserta itu hanya beda koma, input calon mahasiswanya sangat baik,” ucap mantan dekan Fakultas Teknik UGM dua periode ini.

    Lebih lanjut Panut memberi wejangan kepada para calon peserta UTBK-SBMPT, agar para peserta mengerahkan seluruh tenaganya di UTBK yang rencananya akan digelar dalam dua gelombang ini.  Ia pun meminta agar peserta tidak ragu dengan pilihan yang sudah diambil saat pendaftaran.

    “Pilihan sudah dijatuhkan, prodi apapun yang dituju, semua ingin memperebutkan kursi itu, hingga nanti tes UTBK bisa mengerjakan soal sebaik baiknya, mempersiapkan dirinya sebaik-baiknya,” ujar rektor kelahiran Kebumen ini.

    Baca juga:  UTBK-SBMPTN 2020 Diputuskan Dua Gelombang

    Sebelumnya, sebanyak 703.874 peserta akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) 2020.  Jumlah tersebut terbagi menjadi dua, 558.072 peserta reguler dan 145.802 peserta Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).

    Jumlah tersebut merupakan data final, setelah Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) melakukan perpanjangan waktu bagi pendaftar yang sudah membayar namun belum melakukan cetak kartu hingga akhirnya ditutup pada hari ini, Selasa, 23 Juni 2020 pukul 13.00 WIB.  "Ya data ini sudah final," kata Humas LTMPT, Anwar Effendy kepada Medcom.id. Selasa, 23 Juni 2020.

    Tahun lalu dengan skema pendaftaran yang berbeda, jumlah peserta SBMPTN mencapai 1,29 juta peserta UTBK yang terbagi menjadi 698.505 peserta di ujian gelombang pertama dan 597.115 peserta di gelombang kedua.

    Seperti diketahui, tahun ini UTBK-SBMPTN digelar dengan skema serba 'darurat'.  Tak seperti tahun sebelumnya yang bisa tes hingga dua kali, di 2020 ini peserta hanya diperkenankan melakukan satu kali tes. 



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id