Orang Tua Demo Tolak PPDB DKI Gunakan Kriteria Usia

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 23 Juni 2020 10:54 WIB
    Orang Tua Demo Tolak PPDB DKI Gunakan Kriteria Usia
    Sejumlah orang tua demo di Balai Kota menolak PPDB DKI gunakan kriteria usia. Foto: Medcom/Muhammad Syahrul Ramadhan
    Jakarta: Sejumlah orang tua siswa melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Balai Kota DKI Jakarta. Mereka keberatan dengan kriteria usia dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 di Jakarta.

    Para orang tua yang demo di depan Balai Kota tergabung dalam Gerakan Emak dan Bapak Peduli Pendidikan dan Keadilan (GEPRAK) . Mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil tindakan agar menghapus kriteria usia. 

    "Mengganti usia sebagai parameter utama dalam seleksi penerimaan perserta didik baru dalam jalur zonasi dengan menggunakan zonasi dan berbasis kelurahan dan nilai rata-rata Sidanira (Sistem Informasi Pendataan Nilai Rapor) dan Akreditasi Sekolah," kata orator, Ratu, di depan Balai Kota DKI, Selasa, 23 Juni 2020.

    Ratu mengatakan, Pemda DKI bisa memberikan kuota yang lebih besar kepada jalur prestasi akademik sebagai alternatif. Pola ini dinilai lebih memberikan rasa keadilan bagi siswa yang berusia lebih muda agar mempunyai peluang yang sama diterima di sekolah negeri yang dituju.

    "Besar harapan kami kiranya Bapak Gubernur DKI untuk mempertimbangkan dan menerima tuntutan kami demi terciptanya keadilan bagi seluruh rakyat DKI Jakarta," tegasnya.

    Pantauan Medcom.id, beberapa orang tua yang melakukan demo di Balai Kota tampak mengenakan seragam sekolah, sebagai simbol protes mereka.

    Baca: Disdik DKI: PPDB Berdasarkan Usia Hindari Bias Sosial Ekonomi

    Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah mengelurkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 501 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB. SK tersebut mengatur, jika calon peserta didik baru yang mendaftar di jalur zonasi melebihi daya tampung, maka dilakukan seleksi berdasarkan usia tertua ke termuda, urutan pilihan sekolah, dan waktu mendaftar. 

    Aturan serupa juga berlaku untuk jalur afirmasi. Kriteria usia juga digunakan di jalur pretasi akademik dan luar DKI Jakarta. Apabila calon peserta didik baru di jalur ini melebihi daya tampung, maka dilakukan seleksi berdasarkan perkalian nilai rata-rata rapor dengan nilai akreditasi, urutan pilihan sekolah, usia tertua ke usia termuda, dan waktu mendaftar. 

    Jalur prestasi non akademik juga memuat kriteria usia apabila calon peserta didik baru melebihi kuota. Selain usia, seleksi jalur prestasi non akademik berdasarkan jenjang kejuaraan tertinggi, peringkat kejuaraan, kategori kejuaraan (diutamakan perorangan), dan perkalian nilai rata-rata rapor dengan nilai akreditasi.

    Kemudian, jalur pindah tugas orang tua dan anak guru juga menggunakan kriteris usia tertua ke usia termuda. Selain usia, seleksi jalur ini berdasarkan perkalian nilai rata-rata rapor yang telah divalidasi dengan nilai akreditasi, urutan pilihan sckolah dan waktu mendaftar.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id